kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.890.000   -66.000   -2,23%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Jalanan sepi gara-gara WFH, transaksi e-money perbankan turun signifikan


Selasa, 31 Maret 2020 / 16:13 WIB
Jalanan sepi gara-gara WFH, transaksi e-money perbankan turun signifikan
ILUSTRASI. Foto udara suasana jalan tol dalam kota dan Jalan Letjen Gatot Subroto di kawasan Semanggi, Jakarta, Senin (23/3/2020) siang. Jalanan sepi gara-gara WFH, transaksi e-money perbankan turun signifikan. KONTAN/Fransiskus Simbolon


Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Transaksi uang elektronik berbasis kartu alias e-money mulai terpukul dampak penyebaran virus corona (Covid-19). Apalagi, saat ini pemerintah dan sebagian besar perusahaan telah menggaungkan kebijakan work from home (WFH). 

Praktis, hal ini berdampak pada menurunnya mobilitas masyarakat, padahal mayoritas transaksi e-money di Tanah Air bersumber dari pembayaran gerbang tol.

Baca Juga: Hari ini Jiwasraya mulai cicil dana pemegang polis tradisional senilai Rp 470 miliar

Beberapa bank pemain bisnis kartu uang elektronik pun mengamini hal tersebut. PT Bank Mandiri Tbk misalnya, yang menyatakan penurunan transaksi eMoney Bank Mandiri mulai terasa sejak diberlakukannya anjuran WFH dan social distancing dan physical distancing

Senior Vice President Transaction Banking and Retail Sales Bank Mandiri Thomas Wahyu mengatakan pada pekan ketiga bulan Maret 2020 rata-rata transaksi harian eMoney menurun sekitar 8%-10% dibandingkan dua pekan sebelumnya. 

"Pada pekan keempat penurunan transaksi masih terus terjadi dengan semakin banyaknya masyarakat yang memilih untuk tinggal di rumah," terangnya kepada Kontan.co.id, Senin (30/3) malam.

Meski begitu, Thomas mengatakan hal tersebut memang tidak dapat terelakan. Pun, sejalan dengan pemerintah, Bank Mandiri lebih fokus untuk mendorong pencegahan penyebaran pandemi Covid-19. 

Baca Juga: Penyertaan modal Rp 60 triliun dari anggota holding BUMN asuransi dialihkan ke Bahana

Lagipula, sebagai substitusi menurunnya transaksi kartu uang elektronik, nasabah kini beralih untuk bertransaksi melalui layanan e-channel Bank Mandiri khususnya layanan mobile dan internet banking (Mandiri online). "Transaksinya meningkat, baik untuk pengguna individu maupun bisnis," sambungnya.




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×