kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Kendurkan likuiditas, BI lakukan operasi moneter


Jumat, 15 Januari 2016 / 20:11 WIB


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Bank Indonesia mempertimbangkan opsi operasi moneter untuk mengantisipasi kondisi ketatnya likuiditas di awal tahun 2016. Seperti diketahui pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) di November 2015 lalu mengalami perlambatan.

Berdasarkan data statistik perbankan terlihat bahwa pertumbuhan DPK November 2015 7,97% atau lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan DPK pada November 2014 yaitu 13,55%.

Gubernur Bank Indonesia, Agus D.W. Martowardojo mengatakan bahwa opsi operasi moneter yang dilakukan akan mempertimbangkan kondisi likuiditas terakhir yang mengalami pengetatan. Namun, menurutnya, pengetatan likuiditas ini akan membaik seiring dengan pencairan anggaran yang dilakukan baik oleh pemerintah pusat maupun daerah.

"Kami akan jaga dengan operasi moneter," tegas Agus, Jumat, (15/1).

Secara umum Agus melihat kondisi likuiditas perbankan saat ini relatif masih terjaga. Hal itu ditandai dengan loan to deposit ratio ( LDR) perbankan yang berada di angka 91%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×