Reporter: Ferry Saputra | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja penyaluran pinjaman industri Lembaga Keuangan Mikro (LKM) menunjukkan pelemahan pada Maret 2026, baik secara bulanan maupun tahunan.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, LKM, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Agusman mengatakan, penyaluran pinjaman LKM per Maret 2026 tercatat sebesar Rp 1 triliun.
Baca Juga: Tumbuh 0,61%, Piutang Pembiayaan Multifinance Rp 514,09 Triliun per Maret 2026
Secara bulanan, angka tersebut terkontraksi 0,1% dibandingkan posisi Februari 2026 yang sebesar Rp 1,01 triliun.
“Penyaluran posisi per Februari 2026 sebesar Rp 1,01 triliun,” ujarnya dalam konferensi pers Rapat Dewan Komisioner (RDK) OJK, Selasa (5/5/2026).
Secara tahunan, penyaluran pinjaman LKM juga mengalami kontraksi lebih dalam, yakni sebesar 5,66% dibandingkan posisi Maret 2025 yang mencapai Rp 1,06 triliun.
Dari sisi neraca, OJK mencatat nilai aset LKM per Maret 2026 sebesar Rp 1,53 triliun. Nilai tersebut turun 2,55% secara bulanan dibandingkan Februari 2026 yang sebesar Rp 1,57 triliun.
Jika dibandingkan secara tahunan, aset LKM juga menyusut 4,97% dari posisi Maret 2025 yang sebesar Rp 1,61 triliun.
Baca Juga: Adira Finance Bukukan Rp 6,4 Triliun hingga Maret 2026 dari Pembiayaan Multiguna
Sementara itu, Asosiasi Lembaga Keuangan Mikro Indonesia (Aslindo) menilai industri perlu mewaspadai sejumlah risiko yang berpotensi menekan kinerja sepanjang 2026.
Ketua Umum Aslindo Burhan mengatakan, risiko fraud serta lemahnya pengawasan internal menjadi tantangan utama yang harus diantisipasi pelaku industri.
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya penguatan tata kelola serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia di sektor LKM.
“LKM perlu mewaspadai risiko fraud, lemahnya pengawasan internal, serta tata kelola dan kompetensi SDM yang masih terbatas,” kata Burhan kepada Kontan.
Burhan menambahkan, setiap LKM perlu mampu membaca karakteristik tantangan, ancaman, dan kendala di masing-masing wilayah operasional
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













