kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.603.000   -20.000   -0,76%
  • USD/IDR 18.032   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.236   49,76   0,80%
  • KOMPAS100 817   5,56   0,69%
  • LQ45 621   2,39   0,39%
  • ISSI 215   1,38   0,65%
  • IDX30 350   1,18   0,34%
  • IDXHIDIV20 430   0,35   0,08%
  • IDX80 93   0,50   0,54%
  • IDXV30 118   0,33   0,28%
  • IDXQ30 112   0,18   0,16%

Kontribusi Asuransi Syariah Anjlok 44,7% YoY pada Januari 2026, Ada Peluang Perbaikan


Senin, 16 Maret 2026 / 17:27 WIB
Kontribusi Asuransi Syariah Anjlok 44,7% YoY pada Januari 2026, Ada Peluang Perbaikan
ILUSTRASI. Peluang Pasar Asuransi Syariah Masih Sangat Besar untuk Bertumbuh (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Ade Priyatin | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kontribusi asuransi syariah pada Januari 2026 adalah 44,7% atau Rp2,08 triliun secara tahunan. 

Angka tersebut turun cukup tajam dibandingkan kontribusi pada Januari 2025 yang mencapai 50,3% atau Rp3,7 triliun.

Pengamat Asuransi sekaligus anggota Komunitas Penulis Asuransi Indonesia (KUPASI), Wahju Rohmanti mencermati bahwa penurunan kontribusi asuransi syariah sejalan dengan kinerja asuransi secara total dan kondisi ekonomi masyarakat yang sedang lesu saat ini.

"Kinerja asuransi secara total memang belum pulih dari efek kegagalan beberapa asuransi besar beberapa tahun lalu dan juga dipengaruhi penurunan daya beli masyarakat secara umum," ujarnya kepada Kontan, Senin (16/3/26).

Baca Juga: OJK Beberkan Tantangan Industri Asuransi, dari Bencana Alam hingga Spin Off Syariah

Selain itu, kinerja asuransi syariah turut dipengaruhi perkembangan ekosistem keuangan syariah yang hingga kini belum menunjukkan pertumbuhan signifikan.

Ia juga berkata bahwa produk asuransi masih dipandang sebagai kebutuhan tersier sehingga belum menjadi prioritas bagi masyarakat, apalagi di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.

Pada Q1 2026, kinerja industri asuransi syariah diperkirakan belum menunjukkan perbaikan signifikan. Sejumlah faktor musiman dan eksternal diprediksi turut memengaruhi daya beli dan stabilitas ekonomi.

Beberapa di antaranya adalah momentum Ramadan dan Lebaran, dinamika geopolitik global, serta berbagai isu di sektor keuangan domestik, termasuk pergantian pimpinan di sejumlah lembaga keuangan.

Baca Juga: Allianz Life Syariah: Persaingan Kian Ketat Jelang Batas Spin Off UUS 2026

Wahju menilai momentum Ramadan dan Lebaran berpotensi mendorong peningkatan pembelian produk asuransi. Namun, peluang tersebut umumnya hanya terjadi pada produk asuransi perjalanan mudik serta perlindungan rumah yang ditinggalkan selama masa libur.

Meski begitu, ia masih melihat adanya peluang perbaikan kuartal selanjutnya. Hal ini sejalan dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan kebutuhan proteksi diri dan kebijakan OJK terkait skema cost sharing dalam asuransi kesehatan.

Di samping itu, ia juga menilai kinerja asuransi syariah akan membaik seiring dengan perbaikan ekonomi, terutama pada periode Q3 nantinya.

Baca Juga: OJK Sebut 5 Perusahaan Asuransi Sedang Proses Spin Off Unit Usaha Syariah

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×