kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.559.000   -11.000   -0,43%
  • USD/IDR 18.166   -36,00   -0,20%
  • IDX 5.098   -184,26   -3,49%
  • KOMPAS100 656   -29,76   -4,34%
  • LQ45 515   -24,19   -4,48%
  • ISSI 171   -5,38   -3,04%
  • IDX30 289   -13,61   -4,49%
  • IDXHIDIV20 388   -17,40   -4,29%
  • IDX80 76   -3,38   -4,28%
  • IDXV30 108   -4,36   -3,89%
  • IDXQ30 98   -4,24   -4,16%

Kredit Bank Besar Tumbuh Kencang di Kuartal III-2026, Korporasi Jadi Penopang Utama


Kamis, 29 Oktober 2026 / 16:37 WIB
Kredit Bank Besar Tumbuh Kencang di Kuartal III-2026, Korporasi Jadi Penopang Utama
ILUSTRASI. ATM BCA (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Noverius Laoli

Direktur Operations Bank Mandiri Timothy Utama menjelaskan, keterhubungan layanan transaksi dan pembiayaan mendukung kebutuhan nasabah di dalam ekosistem tersebut. Kredit ekosistem turunan yang mencakup segmen UKM, mikro, dan konsumer mencapai Rp 174 triliun per September 2026, tumbuh 9% YoY.

Pada segmen mikro, kredit non-subsidi Bank Mandiri tercatat Rp 31,2 triliun, meningkat 12,9% YoY. Pembiayaan ini telah menjangkau 37 provinsi.

Dukungan kredit juga tercermin di sejumlah wilayah. Secara bank only, kredit Bank Mandiri di Bali dan Nusa Tenggara tumbuh 10,3% YoY, Jawa dan Daerah Istimewa Yogyakarta meningkat 5,97%, sedangkan Sumatera tumbuh 5,09% per September 2026.

“Kami menghubungkan layanan bagi perusahaan, pelaku UMKM, dan nasabah individu agar kebutuhan transaksi serta pembiayaan mereka dapat terlayani dengan lebih baik,” ujar Timothy.

Baca Juga: Kredit Tumbuh Dua Digit, Bank Besar Tetap Jaga Kualitas Aset hingga Kuartal III

Sementara, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) mencatatkan pertumbuhan kredit yang lebih tinggi dibandingkan sejumlah bank besar lainnya. Hingga September 2026, kredit konsolidasian BNI mencapai Rp 992,5 triliun, tumbuh 22,2% YoY.

Ekspansi tersebut terutama ditopang wholesale banking yang tumbuh 30,3% YoY menjadi Rp 673,8 triliun. Di dalamnya, kredit enterprise mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 105,6% YoY menjadi Rp 136,3 triliun. Sementara itu, kredit korporasi tumbuh 19,3% YoY menjadi Rp 537,5 triliun.

Dari segmen business banking, kredit komersial meningkat 8,3% YoY menjadi Rp 57,6 triliun, sedangkan kredit segmen small tumbuh 6,1% menjadi Rp 78,9 triliun. Kredit konsumer juga tumbuh 9% YoY menjadi Rp 163,8 triliun, ditopang KPR yang meningkat 9,9% menjadi Rp 76,7 triliun dan personal loan yang naik 8,8% menjadi Rp 66,8 triliun.

Direktur Finance & Strategy BNI Hussein Paolo Kartadjoemena mengatakan, perseroan melakukan ekspansi secara selektif pada seluruh segmen dengan menerapkan standar analisis kelayakan kredit yang disiplin. Strategi tersebut mendorong pangsa pasar kredit BNI meningkat 113 basis poin secara tahunan menjadi 10,6%.

Memasuki kuartal IV-2026, BNI akan melanjutkan penguatan pendanaan berbasis transaksi, pertumbuhan kredit selektif, pengelolaan risiko, serta transformasi digital dan jaringan. Perseroan menargetkan pertumbuhan kredit sepanjang 2026 berada di kisaran 10%–13% YoY.

Di sisi lain, PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) membukukan kredit Rp 242,58 triliun per September 2026, tumbuh 6,7% YoY. Kredit korporasi menjadi penopang utama dengan pertumbuhan 15,1% YoY menjadi Rp 102,79 triliun.

Baca Juga: Kredit CIMB Niaga Tumbuh 6,7% yoy Menjadi Rp 242,6 Triliun, Ini Pendorongnya

Kredit komersial CIMB Niaga meningkat 6,4% YoY menjadi Rp 36,63 triliun, sementara kredit segmen usaha menengah dan kecil (SME) tumbuh 1,9% menjadi Rp 27,01 triliun. Namun, kredit konsumer turun 1,3% YoY menjadi Rp 76,15 triliun. Pembiayaan Unit Usaha Syariah juga mengalami kontraksi 13,2% YoY menjadi Rp 49,44 triliun.

Presiden Direktur CIMB Niaga Lani Darmawan mengatakan, target pertumbuhan kredit perseroan pada 2026 dalam RBB masih berada di kisaran satu digit. Menurut dia, pertumbuhan kredit konsumer ritel yang belum kuat turut memengaruhi kinerja penyaluran kredit, mengingat segmen tersebut memiliki porsi besar dalam portofolio CIMB Niaga.

Untuk tahun ini, CIMB Niaga memperkirakan kredit nonritel, terutama korporasi, akan mencatatkan pertumbuhan paling tinggi. Perseroan juga berfokus pada penguatan kualitas aset, pertumbuhan kredit secara selektif, optimalisasi komposisi pendanaan, peningkatan pendapatan berbasis komisi, serta efisiensi biaya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×