Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Noverius Laoli
Bank Mandiri menegaskan peningkatan eksposur ke ekosistem pemerintah dan BUMN tetap dilakukan secara selektif.
Corporate Secretary Bank Mandiri Adhika Vista mengatakan pembiayaan tersebut mencakup proyek strategis, infrastruktur, energi, pertahanan hingga layanan publik.
"Ekspansi kredit dilakukan secara selektif dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian dan pengelolaan risiko," ujar Adhika.
Ia mengatakan Bank Mandiri masih mampu menjaga kualitas aset di tengah tingginya eksposur tersebut. Per Juni 2026, rasio kredit bermasalah atau NPL secara bank only tercatat 0,98%.
Baca Juga: Kredit ke BUMN Masih Jadi Motor Pertumbuhan Kredit Himbara
Sementara itu, Sekretaris Perusahaan BNI Okki Rushartomo mengatakan eksposur kepada BUMN, termasuk perusahaan BUMN karya, tetap dikelola secara prudent. Penyaluran kredit mempertimbangkan profil risiko, prospek debitur serta perkembangan proyek.
Terkait isu perpanjangan pembayaran utang proyek infrastruktur BUMN karya, Okki mengatakan BNI secara berkala mengevaluasi portofolio bersama debitur dan pemangku kepentingan.
Langkah tersebut dilakukan untuk menyesuaikan skema pembiayaan dengan perkembangan proyek dan kemampuan pembayaran debitur. BNI juga membentuk cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) sesuai standar akuntansi dan ketentuan regulator.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














