kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.784.000   -30.000   -1,07%
  • USD/IDR 17.344   78,00   0,45%
  • IDX 7.101   28,83   0,41%
  • KOMPAS100 958   2,89   0,30%
  • LQ45 684   1,82   0,27%
  • ISSI 255   0,38   0,15%
  • IDX30 380   1,10   0,29%
  • IDXHIDIV20 465   2,14   0,46%
  • IDX80 107   0,37   0,34%
  • IDXV30 136   1,19   0,88%
  • IDXQ30 121   0,39   0,32%

Kredit Konsumer OK Bank Tumbuh 8% pada Kuartal-1 2026


Rabu, 29 April 2026 / 15:55 WIB
Kredit Konsumer OK Bank Tumbuh 8% pada Kuartal-1 2026
ILUSTRASI. Nasabah melakukan transaksi keuangan di kantor cabang OK Bank Indonesia (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Ammar Rezqianto | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Meski daya beli masyarakat dinilai tengah lesu, PT Bank Oke Indonesia Tbk (OK Bank) berhasil mencatat pertumbuhan positif pada penyaluran kredit konsumernya. 

Sekretaris Perusahaan sekaligus Direktur Kepatuhan OK Bank Efdinal Alamsyah menyebut, hingga kuartal-1 2026, kredit konsumer banknya telah tumbuh sekitar 8% bila dibandingkan akhir tahun 2025 atau secara year-to-date (YtD).

Pertumbuhan kredit konsumer OK Bank terbilang cukup tinggi jika dibandingkan pertumbuhan industri. Pasalnya, Data Bank Indonesia (BI) mencatat, kredit konsumer industri pada Maret 2026 hanya tumbuh 5,88% secara tahunan atau year-on-year (yoy).

Efdinal menyebut memang ada sejumlah tantangan untuk penyaluran kredit konsumer tahun ini, di antaranya daya beli masyarakat yang dinilai masih terbatas serta nilai suku bunga yang relatif tinggi.

Baca Juga: RoI Dapen Meningkat Jadi 0,92% per Februari 2026, Ini Penjelasan ADPI

Akibat dua faktor itu, Efdinal menilai, minat nasabah untuk mengambil kredit konsumer turut menurun. Ia juga menyebut persaingan antar bank dan kebutuhan untuk menjaga kualitas kredit menjadi lebih tinggi tahun ini.

Menghadapi tantangan ini, Efdinal memastikan OK Bank akan lebih mengutamakan pertumbuhan kredit yang sehat dibanding ekspansi besar-besaran. Salah satu caranya adalah dengan memilih segmen yang berisiko lebih rendah.

"Kalau terkait penyaluran, OK Bank fokus pada segmen yang memiliki profil risiko yang lebih terjaga, dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian serta kualitas aset," ucapnya kepada Kontan.

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Yusuf Rendy Manilet menilai memang ada tekanan pada pertumbuhan kredit konsumer tahun ini. Tekanan itu disebabkan daya beli masyarakat yang menurun.

Yusuf menyebut masyarakat kelas menengah yang selama ini menjadi motor penggerak konsumsi semakin tergerus pendapatannya akibat inflasi dan tingkat upat riil yang tidak banyak bergerak.

Di samping itu, masyarakat kelas menengah atas juga ternyata mengalami hal yang serupa. Yusuf menyebut salah satu indikatornya adalah pertumbuhan kredit kendaran bermotor (KKB) yang juga turut tersendat.

"Pembeli mobil biasanya dari segmen menengah ke atas. Kalau segmen ini mulai menahan belanja, berarti tekanan sudah naik level, tidak hanya di kelompok bawah," ucapnya.

Baca Juga: Gadai ValueMax Tegaskan Digitalisasi Penting Bagi Industri Gadai Saat Ini

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Capital Structure

[X]
×