kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Kredit perbankan kian lesu


Minggu, 18 September 2016 / 19:40 WIB
Kredit perbankan kian lesu


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Kian hari kredit perbankan kian lesu. Erwin Riyanto, Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) mengatakan, perbankan masih mengalami perlambatan penyaluran kredit di pertengahan kuartal III-2016.

Buktinya, kredit perbankan secara umum hanya tumbuh 6% atau sekitar Rp 4.148 triliun per Agustus 2016 dibandingkan posisi Rp 3.914 triliun per Agustus 2015.

“Pertumbuhan kredit sekitar 6% di Agustus 2016. Dari bulan ke bulan terjadi penurunan,” katanya, di akhir pekan.

Asal tahu saja, angka pertumbuhan 6% di bulan Agustus 2016 lebih rendah dari pertumbuhan 7,72% senilai Rp 4.168,4 triliun per Juli 2016 dibandingkan posisi kredit Rp 3.869,3 triliun per Juli 2015.

Erwin bilang, kredit yang terus lesu ini karena kredit dalam mata valuta asing (valas) tidak tumbuh atau minus.

Hal ini disebabkan, karena perusahaan yang berorientasi ekspor melakukan penurunan utang dalam negeri maupun utang luar negeri. “Para pengusaha memilih untuk melakukan pelunasan lebih awal,” tambahnya.

Sedangkan kredit dalam mata rupiah tumbuh 9,8% di Agustus 2016. Nah, kredit dalam mata uang rupiah yang masih tumbuh ini mengimbangi kredit dalam valas yang tidak tumbuh.

Ke depan, BI tetap memprediksi pertumbuhan kredit pada kisaran 7%-9% di tahun 2016 dengan rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) tak lebih dari 3%.

Taswin Zakaria, Presiden Direktur PT Bank Maybank Indonesia Tbk mengakui terjadi perlambatan penyaluran kredit di tahun ini, sehingga perusahaan tidak memproyeksikan pertumbuhan kredit hingga dua digit.

Realitanya, kredit Maybank Indonesia hanya tumbuh di bawah target. “Kredit kami tumbuh sekitar 7% (year on year) per saat ini,” katanya.

Bank yang berpusat di Malaysia ini pun ingin realistis dengan hanya membidik pertumbuhan kredit single digit atau sebesar 9% di tahun 2016. Angka pertumbuhan itu sejalan dengan arahan BI.

Selanjutnya, perusahaan akan mengandalkan kredit di segmen usaha kecil dan menengah (UKM) dan kredit ritel untuk menjaga pertumbuhan kredit.

Haru Koesmahargyo, Direktur Keuangan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) mengaku, pihaknya masih tinggi dalam menyalurkan kredit dengan pertumbuhan 17% secara year on year per saat ini.

Pertumbuhan kredit ini berasal dari segmen mikro yang berasal dari kredit usaha rakyat (KUR). “BRI masih memperkirakan kredit tumbuh 15% hingga akhir tahun,” jelas Haru.

Ahmad Irfan, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat Banten Tbk (BJB) menyampaikan, perbankan tengah menghadapi permasalahan kredit, namun pihaknya masih mencanangkan pertumbuhan kredit sebesar 13%-14% di tahun 2016 ini, segmen kredit yang masih memiliki permintaan pinjaman adalah mikro, komersial dan infrastruktur.

Untuk UMKM akan tumbuh 7% sambil menjaga kredit bermasalah pada segmen ini. Khusus untuk infrastruktur dapat tumbuh 50% karena BJB telah menyalurkan kredit untuk pembangunan jalan tol, bandar udara (bandara) dan proyek Light Rail Transit (LRT) baik di wilayah Jawa Barat (Jabar) maupun luar Jabar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×