Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kinerja kredit di sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) masih terseok-seok mencapai target pertumbuhan 7%-9% di akhir tahun nanti.
Mengacu data sementara Bank Indonesia (BI), kredit UMKM per Mei 2026 masih tumbuh tipis 0,6% secara tahunan menjadi Rp 1.509,5 triliun. Meski begitu, sebenarnya capaian ini sudah berprogres dari pertumbuhan 0,2% secara year on year (yoy) pada bulan sebelumnya.
Jika dilihat dari skala usahanya, kredit di segmen usaha menengah menunjukkan progres paling positif dengan catatan pertumbuhan 1,8% yoy menjadi Rp 334,8 triliun. Itu jelas lebih baik ketimbang catatan koreksi 0,4% yoy yang masih ditorehkan pada bulan sebelumnya.
Baca Juga: Perubahan UU P2SK Atur LPS Jamin Polis, Asuransi Waspadai Masa Transisi
Menyusul, kredit di segmen usaha mikro berhasil menjaga momentum pertumbuhan sebesar 0,6% yoy menjadi Rp 664,7 triliun. Capaian ini sedikit melambat dari pertumbuhan 0,7% yoy pada bulan sebelumnya.
Sementara itu kredit di segmen usaha kecil belum mampu membalik keadaan karena masih mencatatkan koreksi sebesar 0,3% yoy menjadi Rp 509,9 triliun, lanjut koreksi 0,2% yoy pada bulan sebelumnya.
Berdasarkan jenis penggunaannya, kredit investasi UMKM masih mencatatkan kinerja apik dengan catatan pertumbuhan sebesar 12,5% yoy menjadi Rp 506,9 triliun. Bulan sebelumnya, pertumbuhan kredit investasi UMKM mencapai 10,1% yoy.
Sementara kredit modal kerja UMKM masih terkoreksi hingga 4,5% yoy menjadi Rp 1.002,6 triliun, melanjuti koreksi 4,1% yoy pada bulan sebelumnya.
Untuk tahun ini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mematok target pertumbuhan kredit UMKM di rentang 7%–9%. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengaku pihaknya masih optimistis target mampu tercapai. Toh, OJK turut mendorong perbankan untuk lebih masif menyalurkan kredit ke sektor ini.
“Akan ada negosiasi yang kami lakukan dengan bank. Kami juga sudah siapkan data per sektor dan per daerah, akan kami coba dorong dengan peningkatan UMKM,” kata Dian saat ditemui, pekan lalu.
Dengan adanya dorongan kebijakan dari regulator, Dian bilang peluang tercapainya target pertumbuhan 7%–9% masih terbuka. Apalagi, kinerja kredit UMKM sejauh ini sudah lebih baik ketimbang koreksi yang dicatatkan beberapa bulan sebelumnya.
Baca Juga: Bank Amar Gandeng Citilink, Jadi Bank Digital Pertama yang Pasang Livery di Pesawat
“Mudah-mudahan target tercapai. Tentu kondisional, kami lihat dulu bagaimana kondisi perkembangannya. Kalau itu bagus, kami harapkan akan ada perbaikan. Kami kerahkan usaha terbaik, kami
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














