Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID-JAKARTA. PT Bank Sahabat Sampoerna mencatatkan laba sebelum pajak sebesar Rp 36,16 miliar hingga September 2026. Realisasi tersebut melonjak 104,18% secara tahunan (year on year/YoY) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 17,71 miliar.
Pertumbuhan laba tersebut ditopang oleh peningkatan aktivitas bisnis, termasuk pengembangan layanan digital melalui skema Bank as a Service (BaaS).
Hingga September 2026, Bank Sahabat Sampoerna membukukan lebih dari 245 juta transaksi BaaS, meningkat 140,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sekitar 102 juta transaksi.
Baca Juga: Hampir 80% Karyawan DBS Indonesia Gunakan Platform Pengembangan Karier Berbasis AI
Dari aktivitas tersebut, bank membukukan pendapatan sebesar Rp 150,47 miliar atau tumbuh 398,62% secara tahunan.
CEO Bank Sahabat Sampoerna Ali Yong mengatakan, bisnis BaaS menjadi salah satu penopang pertumbuhan pendapatan perseroan di tengah tantangan penyaluran kredit, khususnya di segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
"Bersama sejumlah mitra strategis, Bank Sahabat Sampoerna terus memperluas ekosistem digital melalui berbagai layanan, seperti virtual account, pembayaran menggunakan QRIS, serta transfer dana secara host-to-host," ungkap Ali dalam siaran pers, Kamis (5/11/2026).
Pelaku UMKM dapat memanfaatkan layanan QRIS melalui Sampoerna Mobile Merchant. Sementara itu, nasabah ritel dan individu dapat menggunakan Sampoerna Mobile Banking untuk memenuhi kebutuhan transaksi harian.
Di sisi penyaluran kredit, hingga akhir September 2026, Bank Sahabat Sampoerna telah menyalurkan pinjaman sebesar Rp 9,98 triliun. Sebanyak 57% atau sekitar Rp 5,69 triliun di antaranya disalurkan untuk mendukung pelaku UMKM, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Sejalan dengan penyaluran kredit tersebut, kualitas aset perseroan juga membaik. Rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross tercatat sebesar 2,87% pada kuartal III-2026, turun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 4,12%.
Baca Juga: Judi Online Terus Bertambah, OJK Minta Bank Blokir 39.923 Rekening per September 2026
Rasio tersebut juga berada di bawah batas ketentuan regulator sebesar 5% dan rasio NPL gross industri UMKM yang mencapai 4,53%.
Dari sisi permodalan, rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) Bank Sahabat Sampoerna mencapai 31,31% per September 2026, meningkat dibandingkan posisi September 2025 sebesar 29,05%. Sementara itu, rasio kredit terhadap dana pihak ketiga atau loan to deposit ratio (LDR) tercatat sebesar 88,82%.
Ali mengatakan, Bank Sahabat Sampoerna masih membuka peluang kerja sama dengan mitra strategis baru untuk memperluas jangkauan layanan digital hingga ke berbagai wilayah Indonesia.
Sementara itu, Direktur Finance & Business Planning Bank Sahabat Sampoerna Henky Suryaputra menambahkan, peningkatan kepercayaan masyarakat turut mendukung penghimpunan dana perseroan. Hingga akhir September 2026, dana murah atau current account and savings account (CASA) yang berasal dari giro dan tabungan mencapai Rp 2,24 triliun.
Henky menyebut, pertumbuhan laba sebelum pajak pada kuartal III-2026 menjadi landasan bagi perseroan untuk melanjutkan pertumbuhan bisnis sekaligus memperkuat komitmen dalam mendukung UMKM.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_23102611123400.jpeg)
