kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Laba Multifinance Anjlok 7,32%: Ini Pemicu Utamanya!


Rabu, 21 Januari 2026 / 21:05 WIB
Laba Multifinance Anjlok 7,32%: Ini Pemicu Utamanya!
ILUSTRASI. Pelayanan nasabah di Kantor Mandiri Tunas Finance, Jakarta (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Data statistik Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, laba industri multifinance alami penurunan 7,32% secara Year on Year (YoY), menjadi sebesar Rp 19,36 triliun per November 2025. 

Mengenai hal itu, Pengamat Industri Pembiayaan Jodjana Jody berpendapat menurunnnya laba multifinance disebabkan kinerja industri yang terbilang tertekan juga. Dia bilang masih tingginya angka kredit macet Non Performing Financing (NPF) dan penyaluran pembiayaan yang hanya tumbuh tipis turut berkontribusi.

"Di samping penyelesaian NPF, kemungkinan besar juga masalah cost of fund karena banyak multifinance yang masih bergantung terhadap pendanaan offshore," katanya kepada Kontan, Rabu (21/1/2026).

Baca Juga: Pembiayaan Multiguna Jadi Penyumbang Terbesar Pembiayaan Multifinance

Oleh karena itu, Jody menyampaikan multifinance perlu tetap disiplin dalam menerapkan strategi penyaluran pembiayaan, khususnya mencari sektor yang masih tumbuh positif. 

"Selain itu, perlu juga diversifikasi funding dengan memperhatikan cost of fund dan tetap memperkuat aktivitas penagihan agar tingkat kredit macet terjaga," tuturnya.

Lebih lanjut, Jody memproyeksikan masih terdapat peluang perbaikan perolehan laba pada 2026. Dia menyebut semestinya industri sudah membenahi berbagai masalah pada tahun lalu yang memengaruhi kinerja industri, termasuk soal tingkat NPF.

Baca Juga: Tumbuh 1,09%, Piutang Pembiayaan Multifinance Rp 506,82 Triliun per November 2025

"Dengan demikian, tahun ini semestinya sudah mulai membaik," ucap Jody. 

Mengenai kinerja industri, OJK mencatat piutang pembiayaan perusahaan multifinance mencapai Rp 506,82 triliun per November 2025. Nilainya tumbuh 1,09% secara YoY. 

Adapun tingkat NPF gross perusahaan pembiayaan per November 2025 sebesar 2,44%. Angkanya terbilang membaik, jika dibandingkan posisi pada bulan sebelumnya yang sebesar 2,47%. 

Baca Juga: Sejumlah Perusahaan Multifinance Optimistis Pembiayaan Modal Kerja Membaik pada 2026

Selanjutnya: Bukan Moneter, Pelemahan Rupiah Lebih Dipicu Persepsi Risiko Kebijakan Fiskal?

Menarik Dibaca: 5 Khasiat Minum Jus Apel untuk Kesehatan Tubuh yang Luar Biasa

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×