kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.679.000   50.000   1,90%
  • USD/IDR 17.910   -29,00   -0,16%
  • IDX 6.410   65,94   1,04%
  • KOMPAS100 845   12,09   1,45%
  • LQ45 640   9,44   1,50%
  • ISSI 222   2,82   1,29%
  • IDX30 359   5,14   1,45%
  • IDXHIDIV20 438   4,81   1,11%
  • IDX80 96   1,44   1,52%
  • IDXV30 120   0,97   0,81%
  • IDXQ30 114   1,39   1,23%

Laba Multifinance Tembus Rp12,75 Triliun, Tumbuh 15,72% hingga Juni 2026


Jumat, 07 Agustus 2026 / 17:34 WIB
Laba Multifinance Tembus Rp12,75 Triliun, Tumbuh 15,72% hingga Juni 2026
ILUSTRASI. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, laba bersih industri multifinance mencapai Rp 12,75 triliun per Juni 2026.? (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri multifinance masih mencatatkan kinerja positif dari sisi perolehan laba. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, laba bersih industri multifinance mencapai Rp 12,75 triliun per Juni 2026.

"Nilainya tumbuh 15,72%, jika dibandingkan periode sama tahun lalu," kata Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman dalam lembar jawaban tertulis RDK OJK, Jumat (7/8/2026).

Agusman menerangkan, pertumbuhan tersebut dipicu oleh peningkatan kinerja pembiayaan, upaya efisiensi operasional, dan pengelolaan risiko yang tetap terjaga.

Jika ditelaah, pertumbuhan laba industri multifinance per Juni 2026 mengalami peningkatan dibandingkan pencapaian bulan sebelumnya. Sebagai informasi, laba bersih industri multifinance mencapai Rp 10,47 triliun per Mei 2026. Nilainya tumbuh 13,25%, jika dibandingkan periode sama tahun lalu.

Baca Juga: Bisnis Bullion Makin Positif, OJK Ungkap Kelolaan Emas Tembus 150 Ton

Lebih lanjut, OJK juga angkat bicara mengenai dampak kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia yang mencapai 100 basis poin (bps) belakangan ini dan kini berada di level 5,75%. Agusman menerangkan, kenaikan suku bunga acuan berpotensi menekan profitabilitas industri, khususnya pada pembiayaan dengan skema floating rate.

"Oleh karena itu, perusahaan perlu memperkuat manajemen risiko, tata kelola, serta penerapan prinsip kehati-hatian untuk menjaga kinerja hingga akhir tahun," ungkap Agusman.

Terkait kinerja industri, OJK mencatat total piutang pembiayaan perusahaan multifinance mencapai Rp 511,26 triliun per Juni 2026, atau tumbuh 1,88% secara tahunan atau Year on Year (YoY).

Adapun tingkat Non Performing Financing (NPF) gross perusahaan pembiayaan per Juni 2026 sebesar 3,01%, atau membaik dibandingkan posisi pada bulan sebelumnya yang sebesar 3,06%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×