Reporter: Belva Safina | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Asuransi Bina Dana Arta Tbk atau Oona Insurance Indonesia membukukan laba bersih sebesar Rp 113,6 miliar hingga kuartal III-2026.
Realisasi tersebut meningkat 80,5% secara tahunan (year on year/YoY) dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 62,9 miliar.
Pertumbuhan laba ditopang oleh peningkatan pendapatan premi bruto atau gross written premium (GWP) yang mencapai Rp 1,1 triliun. Nilai tersebut tumbuh 49,7% yoy.
Baca Juga: Bank BSN Gaet HIMPERRA, Bidik Pasar Pembiayaan Perumahan Berbasis NU dan Muhammadiyah
Chief Financial Officer Oona Insurance Indonesia Liani Chandra mengatakan, pencapaian premi hingga kuartal III-2026 telah melampaui target yang ditetapkan perusahaan.
“Realisasi GWP kami sudah mencapai 24,1% di atas anggaran yang sudah kami rencanakan tahun lalu,” ujar Liani dalam acara Media Luncheon Oona Indonesia, Rabu (4/11/2026).
Meski mencatatkan pertumbuhan premi yang tinggi, Liani menegaskan perusahaan tetap memperhatikan kualitas pertumbuhan dan profitabilitas agar dapat berkelanjutan.
Dari sisi permodalan, Oona mencatat rasio kecukupan modal atau risk-based capital (RBC) sebesar 887,6% per September 2026. Rasio tersebut jauh di atas batas minimum yang ditetapkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebesar 120%.
Di segmen asuransi kendaraan bermotor, Oona juga mencatatkan peningkatan posisi menjadi peringkat ketujuh berdasarkan data Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) kuartal II-2026.
Baca Juga: Menuju Tahun 2027, PT Bank J Trust Indonesia Tbk Siapkan Transisi Kepemimpinan
Pangsa pasar perusahaan di segmen ini meningkat dari 3,2% menjadi 3,8%, dengan tambahan GWP sebesar Rp 72,3 miliar.
Pencapaian tersebut berlangsung di tengah perlambatan pertumbuhan industri asuransi kendaraan bermotor yang tercatat sebesar 5%.
President Director & CEO Oona Insurance Indonesia Vincent C. Soegianto menilai, peningkatan peringkat tersebut mencerminkan kemampuan operasional perusahaan, terutama dalam menjaga kualitas layanan dan penyelesaian klaim.
“Asuransi kendaraan bermotor merupakan lini bisnis ritel yang paling menantang di Indonesia. Posisi ke-7 ini semakin membuktikan skala operasional kami, yang didasari oleh prioritas dalam menjaga kepercayaan tersebut dengan memastikan proses penyelesaian klaim yang cepat dan proses underwriting yang disiplin,” ujarnya.
Untuk mengimbangi peningkatan volume bisnis, Oona memperkuat infrastruktur klaim digital dan menyederhanakan proses operasional.
Perusahaan juga mempercepat persetujuan perbaikan kendaraan melalui jaringan bengkel mitra resmi serta menerapkan pengendalian risiko yang ketat.
Baca Juga: Bank Digital Mulai Diuji, Tak Cukup Lagi Hanya Mengandalkan Pertumbuhan Nasabah
Memasuki 2027, Oona berencana mempertahankan pertumbuhan dengan memperkuat saluran distribusi. Strategi tersebut mencakup kerja sama dengan perusahaan multifinance, pengembangan jaringan agen bersertifikat, platform digital langsung, serta pemanfaatan ekosistem gaya hidup.
Selain memperkuat bisnis kendaraan bermotor, perusahaan juga berencana memperluas jangkauan produk asuransi non-kendaraan bermotor, seperti asuransi properti, teknik, kecelakaan diri, dan perlindungan perjalanan.
Vincent mengatakan, perusahaan akan berfokus membangun ekosistem asuransi yang mudah diakses melalui berbagai saluran distribusi, mulai dari mitra lembaga keuangan dan agen hingga platform digital.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_23102611123400.jpeg)
