kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.537.000   -4.000   -0,16%
  • USD/IDR 18.189   15,00   0,08%
  • IDX 4.920   15,48   0,32%
  • KOMPAS100 632   2,75   0,44%
  • LQ45 501   3,97   0,80%
  • ISSI 163   -0,60   -0,36%
  • IDX30 283   2,68   0,96%
  • IDXHIDIV20 382   4,30   1,14%
  • IDX80 73   0,29   0,40%
  • IDXV30 106   0,87   0,82%
  • IDXQ30 95   1,13   1,20%

BTN Siapkan 30.000 Rumah Lewat KPR Recycle, Begini Skemanya


Rabu, 04 November 2026 / 17:21 WIB
BTN Siapkan 30.000 Rumah Lewat KPR Recycle, Begini Skemanya
ILUSTRASI. Pertumbuhan KPR (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) (BBTN) menyiapkan sekitar 30.000 rumah untuk dipasarkan kembali melalui program KPR Recycle. Langkah ini menjadi salah satu strategi BTN memperluas ketersediaan hunian sekaligus mendukung percepatan Program 3 Juta Rumah pemerintah.

Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu mengatakan, perseroan tengah mengembangkan KPR Recycle untuk mengoptimalkan pemanfaatan rumah eksisting agar kembali dapat diakses masyarakat.

Sebelum dipasarkan, BTN akan memastikan kondisi bangunan diperbaiki sehingga rumah tersebut kembali layak huni. Perbaikan antara lain mencakup pengecatan ulang serta pembenahan bagian atap dan dinding.

"Sebelum dipasarkan, kami juga akan memastikan kondisinya diperbaiki terlebih dahulu, mulai dari pengecatan ulang hingga perbaikan bagian atap dan dinding, sehingga rumahnya bisa kembali layak huni dan terlihat seperti baru," ujar Nixon dalam keterangan tertulis, Rabu (4/11/2026).

Baca Juga: Kinerja Q3 Bervariasi, Bank Digital Masuk Fase Uji Keberlanjutan Bisnis

Selain KPR Recycle, BTN juga mengembangkan sejumlah skema pembiayaan untuk memperkuat ekosistem perumahan, baik dari sisi penyediaan (supply) maupun permintaan (demand).

Salah satunya melalui Kredit Program Perumahan (KPP). Secara kumulatif, BTN telah menyalurkan KPP sebesar Rp 7,4 triliun, terdiri atas KPP Supply Rp 5,4 triliun dan KPP Demand Rp 2 triliun.

BTN juga tengah menguji coba inovasi pembiayaan tambahan melalui skema Home Power di Bogor dengan target awal 40 unit rumah.

Melalui skema ini, BTN dapat memberikan tambahan pembiayaan hingga 30% dari plafon awal untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pengisian dan perlengkapan rumah setelah pembangunan selesai.

"Kami ingin memastikan masyarakat tidak hanya bisa membeli rumah, tetapi juga memiliki kemampuan untuk melengkapi kebutuhan di dalamnya. Karena itu, kami menawarkan pembiayaan dengan bunga yang terjangkau agar masyarakat tidak perlu mencari pinjaman dari pihak lain yang bunganya lebih tinggi," kata Nixon.

Di sisi permintaan, BTN juga memperluas pembiayaan berbasis komunitas melalui penjajakan kerja sama dengan organisasi kemasyarakatan, termasuk Pengurus Pusat Muhammadiyah dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Bersama Muhammadiyah, BTN menyiapkan program RumahMU atau Rumah Muhammadiyah untuk memenuhi kebutuhan hunian guru dan pegawai di lingkungan sekolah, rumah sakit, yayasan, serta perguruan tinggi Muhammadiyah. Program ini direncanakan diperkenalkan pada 12 November 2026 di Palu, bertepatan dengan kegiatan Tanwir Muhammadiyah.

Selain itu, BTN mengembangkan pembiayaan hunian di kawasan perkotaan yang terintegrasi dengan transportasi publik. Salah satunya melalui proyek hunian di Manggarai, Jakarta.

Nixon menyebut sekitar 1.500 orang telah menyampaikan peminatan untuk proyek tersebut. Namun, pengembangannya masih menunggu penyelesaian proses perizinan oleh KAI.

Baca Juga: Kredit Perbankan Melambat Biaya Dana Melonjak, Ini Dampaknya ke Saham Bank

Berbagai inovasi tersebut mendapat apresiasi dari Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait.

Maruarar mengapresiasi terobosan BTN dalam mendukung percepatan program rumah subsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) maupun KPP.

"BTN memiliki terobosan-terobosan baru yang baik dan bagus dalam mendukung percepatan progres rumah subsidi FLPP," ujar Maruarar.

Ia juga menyampaikan terima kasih atas kontribusi BTN dalam mendukung program perumahan nasional, khususnya penyaluran FLPP dan KPP.

Melalui penguatan pembiayaan subsidi dan komersial serta berbagai inovasi tersebut, BTN berupaya memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang layak dan terjangkau. Sinergi dengan pemerintah, BP Tapera, pengembang, dan pelaku industri perbankan menjadi bagian penting dalam mendukung percepatan Program 3 Juta Rumah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×