kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.554.000   13.000   0,51%
  • USD/IDR 18.189   15,00   0,08%
  • IDX 4.920   15,48   0,32%
  • KOMPAS100 632   2,75   0,44%
  • LQ45 501   3,97   0,80%
  • ISSI 163   -0,60   -0,36%
  • IDX30 283   2,68   0,96%
  • IDXHIDIV20 382   4,30   1,14%
  • IDX80 73   0,29   0,40%
  • IDXV30 106   0,87   0,82%
  • IDXQ30 95   1,13   1,20%

Makmur Jadi APERD Pertama yang Komersialkan K-CASH KSEI, Permudah Transaksi Reksadana


Rabu, 04 November 2026 / 23:17 WIB
Makmur Jadi APERD Pertama yang Komersialkan K-CASH KSEI, Permudah Transaksi Reksadana
ILUSTRASI. Aplikasi reksadana PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) (Dok/Makmur)


Reporter: Vivit Dewi | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) menjadi agen penjual efek reksadana (APERD) pertama yang menghadirkan layanan K-CASH milik PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) secara komersial kepada investor.

Melalui layanan ini, investor dapat menyimpan dana hasil penjualan kembali (redemption) reksadana dalam rekening atas nama masing-masing di KSEI.

Dana tersebut kemudian bisa digunakan untuk membeli produk reksadana lain yang telah terintegrasi tanpa perlu melakukan transfer ulang dari rekening bank.

Direktur sekaligus Chief Investment Officer Makmur Stefanus Dennis Winarto mengatakan, K-CASH menyederhanakan alur perpindahan dana dalam transaksi reksadana.

Baca Juga: Laba Oona Insurance Melonjak 80,5% hingga Kuartal III-2026, Premi Tumbuh 49,7%

Menurut dia, infrastruktur transaksi menjadi salah satu aspek penting dalam meningkatkan pengalaman investasi nasabah.

"Imbal hasil memang menjadi pertimbangan utama dalam berinvestasi reksadana. Namun, pengalaman investor juga ditentukan oleh infrastruktur di baliknya, yaitu bagaimana dana bergerak setiap kali investor melakukan subscription dan redemption," ujar Stefanus dalam keterangannya, Rabu (4/11/2026).

Sebelum adanya K-CASH, investor harus mentransfer dana dari rekening bank ke rekening reksadana di bank penampung atau virtual account saat melakukan pembelian.

Sementara itu, dana hasil penjualan kembali akan masuk ke rekening bank investor. Jika ingin kembali berinvestasi, investor perlu melakukan transfer ulang.

Dengan K-CASH, dana hasil redemption dapat langsung tersimpan dalam saldo rekening K-CASH dan digunakan untuk membeli produk reksadana yang telah terintegrasi. Investor juga tetap memiliki pilihan untuk mencairkan dana ke rekening bank yang terdaftar.

Dari sisi infrastruktur, penyelesaian dana K-CASH menggunakan uang bank sentral (Central Bank Money) melalui Bank Indonesia (BI).

Baca Juga: Bank BSN Gaet HIMPERRA, Bidik Pasar Pembiayaan Perumahan Berbasis NU dan Muhammadiyah

Posisi dan mutasi dana investor juga tercatat dalam Investor Fund Unit Account (IFUA) di KSEI sehingga alur dana transaksi dapat dipantau secara lebih transparan.

Selain mempermudah transaksi, K-CASH juga menawarkan efisiensi biaya. Dana hasil redemption yang masuk ke K-CASH tidak dikenakan biaya transfer antarbank.

Adapun penarikan saldo hingga Rp 250 juta ke rekening bank melalui BI-FAST dikenakan biaya Rp 250 per transaksi.

Stefanus menilai, efisiensi infrastruktur semakin dibutuhkan seiring meningkatnya aktivitas transaksi reksadana. Infrastruktur yang lebih efisien diharapkan dapat membantu industri mengoptimalkan biaya operasional sekaligus meningkatkan daya saing produk investasi.

"Di industri yang memproses puluhan juta transaksi setiap tahun dan terus meningkat, efisiensi infrastruktur penopangnya akan semakin penting. Fondasi infrastruktur untuk industri reksadana yang semakin efisien dapat membuka ruang bagi industri untuk mengoptimalkan biaya operasional dan meningkatkan daya saing produk reksadana bagi investor," jelasnya.

Baca Juga: Menuju Tahun 2027, PT Bank J Trust Indonesia Tbk Siapkan Transisi Kepemimpinan

Meski demikian, implementasi K-CASH di Makmur masih dilakukan secara bertahap. Saat ini, layanan tersebut baru tersedia untuk sejumlah produk reksadana dari manajer investasi tertentu. Cakupan produk yang terintegrasi akan diperluas secara bertahap.

Kehadiran layanan ini berlangsung di tengah pertumbuhan industri reksadana. Berdasarkan data KSEI, jumlah investor reksadana mencapai 30,87 juta per akhir September 2026, meningkat 60,8% dibandingkan akhir 2025.

Sementara itu, jumlah transaksi pembelian dan penjualan kembali reksadana sepanjang Januari-September 2026 mencapai 43,55 juta transaksi. Jumlah tersebut telah melampaui total transaksi sepanjang 2025 yang tercatat sebanyak 30 juta transaksi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×