Reporter: Ferry Saputra | Editor: Noverius Laoli
Di sisi lain, PT Sinarmas Asset Management sebagai manajer investasi pertama yang membuka layanan DPLK menilai bisnis ini sebagai langkah strategis untuk memperluas inklusi keuangan sekaligus memperkuat ekosistem investasi jangka panjang di Indonesia.
Ketua Pengurus DPLK Sinarmas Asset Management Stephanus Rudi Ok mengatakan, perusahaan tidak hanya membidik peserta dari Grup Sinar Mas, tetapi juga pekerja di sektor informal.
Untuk memperluas basis peserta, pemasaran akan diperkuat melalui aplikasi digital dan jaringan distribusi para mitra perusahaan.
Baca Juga: Dana Pensiun Lembaga Keuangan Catatkan RoI Sebesar 0,81% per Februari 2026
Sebagai DPLK berbasis digital yang baru beroperasi, Sinarmas Asset Management menargetkan pertumbuhan yang agresif. Hingga akhir 2026, perusahaan membidik aset kelolaan sebesar Rp 150 miliar dengan jumlah peserta mencapai 15.000 orang.
Adapun layanan yang ditawarkan mencakup Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP) bagi peserta individu maupun institusi, Dana Kompensasi Pascakerja, pembayaran manfaat pensiun berkala, hingga Dana Pendidikan Anak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














