kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.850.000   -50.000   -1,72%
  • USD/IDR 17.110   58,00   0,34%
  • IDX 7.308   28,38   0,39%
  • KOMPAS100 1.009   3,07   0,31%
  • LQ45 734   0,28   0,04%
  • ISSI 264   3,48   1,33%
  • IDX30 393   -5,78   -1,45%
  • IDXHIDIV20 480   -6,76   -1,39%
  • IDX80 114   0,27   0,24%
  • IDXV30 133   -1,18   -0,87%
  • IDXQ30 127   -1,85   -1,43%

Minim penggunaan, uang logam hampir punah


Senin, 06 Juni 2016 / 16:12 WIB


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Belakangan ini, masyarakat mulai mengurangi transaksi menggunakan uang logam karena bentuk yang kecil dan berat. Alhasil, uang logam berakhir disimpan di celengan. Direktur Eksekutif Pengelolaan Uang Bank Indonesia (BI) Suhaedi mengatakan, pihaknya mengajak masyarakat untuk menggunakan uang logam dalam bertransaksi.

“Uang logam itu masih berlaku dan masih sah untuk digunakan transaksi pembayaran,” kata Suhaedi, Senin (6/6).

Saat ini, BI menerbitkan uang pecahan logam yang terdiri dari Rp 1.000, Rp 500, Rp 200 dan Rp 100. Nah, uang pecahan logam ini tidak mencatat pergerakan outflow karena masyarakat minim menggunakan uang jenis ini.

Agar uang pecahan logam tidak punah. BI mengajak perbankan untuk memberikan layanan simpanan dari uang logam ini. Jadi, nasabah dapat menabung dalam uang logam ke bank. “Cara ini untuk mengaktifkan kembali peredaran uang logam,” tambahnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kontan & The Jakarta Post Executive Pass

[X]
×