kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45900,82   11,02   1.24%
  • EMAS1.333.000 0,45%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

MUF Catatkan Pembiayaan Sepeda Motor Capai Rp 3,38 Triliun Hingga Oktober 2023


Rabu, 22 November 2023 / 14:10 WIB
MUF Catatkan Pembiayaan Sepeda Motor Capai Rp 3,38 Triliun Hingga Oktober 2023
ILUSTRASI. Mandiri Utama Finance (MUF) mencatatkan nilai pembiayaan roda dua mencapai Rp 3,38 triliun. (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Nindita Nisditia | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan multifinance Mandiri Utama Finance (MUF) mencatatkan nilai pembiayaan sepeda motor mencapai Rp 3,38 triliun, atau tumbuh 12,6% secara year to date (YTD). Pada Oktober tahun lalu, capaiannya sebesar Rp 3,01 triliun.

Direktur Utama MUF Stanley Setia mengatakan, peningkatan tersebut didukung dengan pertumbuhan pembiayaan motor baru yang mencapai 20,5% dari Rp1,77 triliun menjadi Rp2,13 triliun pada YTD Oktober 2023.

Stanley mengatakan, motor baru masih akan mendominasi untuk tahun depan dengan perbandingan 64% untuk motor baru dan 36% untuk motor bekas.

Baca Juga: Mandiri Utama Finance Catatkan Peningkatan Penyaluran Pembiayaan UMKM

Stanley menyebut, pihaknya optimis dengan target penyaluran pembiayaan di tahun 2024. Meskipun ada tren kenaikan suku bunga, pihaknya meyakini kenaikan tersebut sifatnya adalah temporer. Pada pertengahan tahun depan, ia optimis suku bunga akan melandai dan bahkan turun kembali.

Sementara terkait tahun politik, Stanley menyampaikan MUF akan terus memantau dan waspada.

“Dengan pengalaman beberapa kali pemilu, kami meyakini kondisi akan tetap kondusif. Jadi kami cukup optimis dengan target penyaluran pembiayaan tahun depan,” kata Stanley kepada Kontan.co.id, Rabu (22/11).

MUF menargetkan, pada tahun depan pembiayaan roda dua bisa mencapai Rp4,72 triliun, atau tumbuh 16,4% dari proyeksi tahun 2023 yang sebesar Rp4,05 triliun.

Baca Juga: MUF Salurkan Pembiayaan Investasi Rp 1,84 Triliun hingga Oktober

Sementara itu, Stanley mengungkap rasio antara pembiayaan yang bermasalah dengan total pembiayaan yang disalurkan atau Non Performing Financing (NPF) motor baru ada di level 2,49%, sementara motor bekas mencapai 3,43%.

“Jika dibandingkan dengan batas atas NPF OJK yang sebesar 5%, bisa dianggap relatif rendah,” imbuh Stanley.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×