Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Netzme Kreasi Indonesia (Netzme), penyedia solusi pembayaran digital berbasis QRIS untuk UMKM, terlibat dalam program Women Empowerment Journey, Crown of Impact x The 5th Motion Challenge (Mocha) Puteri Indonesia 2026 sebagai bagian dari komitmen implementasi Environmental, Social, and Governance (ESG).
Ajang yang diikuti 45 finalis Puteri Indonesia 2026 ini menjadi platform untuk mempresentasikan program advokasi berkelanjutan. Kolaborasi antara Yayasan Puteri Indonesia (YPI), Mustika Ratu Entertainment, Netzme, dan Talk Up Indonesia ini bertujuan mengubah paradigma advokasi melalui platform pitching proposal bisnis sosial, agar tidak hanya bersifat amal, tetapi mampu menciptakan model bisnis berkelanjutan.
Baca Juga: ALTO Network Beberkan Tantangan dan Prospek Transaksi QRIS
CEO Netzme, Vicky Ganda Saputra, menyatakan program ini mendorong finalis menghasilkan inisiatif yang terukur dan berkelanjutan, tidak hanya dari sisi sosial dan kemanusiaan, tetapi juga keberlanjutan bisnisnya.
“Kami menantang mereka agar proposal tersebut mampu memberikan dampak nyata, baik dari sisi sosial, kemanusiaan maupun dari sisi keberlanjutan bisnisnya," ujar Vicky dalam keterangan tertulisnya, Jumat (17/4/2026).
Dalam kompetisi tersebut, perwakilan Kalimantan Timur, Cheryl Lidia Regar, meraih Best Advokasi melalui inisiatif ekonomi sirkular CIRO WASTE (CIROES) berbasis platform digital pengelolaan limbah yang dinilai inovatif dan berdampak. Ia juga memperoleh dukungan investasi serta pendampingan dari Netzme agar programnya dapat berlanjut sebagai gerakan nyata berbasis lingkungan dan ekonomi daerah.
Baca Juga: BI Catat Transaksi QRIS Cross Border Tembus 7,6 Juta, Kini Bisa Dipakai di 5 Negara
Direktur PT Mustika Ratu Tbk sekaligus Ketua Pemilihan Puteri Indonesia, Kusuma Anjani, menegaskan program ini tidak hanya menilai ide, tetapi juga kemampuan menyusun advokasi yang berkelanjutan dan relevan jangka panjang untuk membangun ecosystem of impact.
Sementara itu, Public Speaking Coach TalkUp.id, Janu Saputra, menekankan pentingnya kemampuan komunikasi finalis agar ide dapat tersampaikan kuat dan berdampak. Ke depan, program ini diharapkan menjadi agenda berkelanjutan untuk memperkuat ekosistem advokasi yang kolaboratif dan mendukung implementasi ESG serta peran perempuan sebagai agen perubahan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













