kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.800.000   35.000   1,27%
  • USD/IDR 17.668   -8,00   -0,05%
  • IDX 6.095   -223,56   -3,54%
  • KOMPAS100 805   -27,79   -3,34%
  • LQ45 616   -14,28   -2,26%
  • ISSI 214   -11,19   -4,97%
  • IDX30 352   -8,00   -2,22%
  • IDXHIDIV20 439   -9,68   -2,16%
  • IDX80 93   -3,02   -3,15%
  • IDXV30 121   -3,14   -2,53%
  • IDXQ30 115   -2,35   -2,00%

NPF Industri Naik, Ini Strategi BRI Finance Perketat Penyaluran Pembiayaan


Rabu, 01 April 2026 / 15:22 WIB
NPF Industri Naik, Ini Strategi BRI Finance Perketat Penyaluran Pembiayaan
ILUSTRASI. BRI Finance (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT BRI Multifinance Indonesia alias BRI Finance mengungkapkan strategi pengelolaan risiko di tengah kenaikan rasio non-performing financing (NPF) industri multifinance.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), NPF gross perusahaan pembiayaan tercatat sebesar 2,72%, atau meningkat dari posisi pada bulan sebelumnya yang sebesar 2,51%.

Mengenai hal ini, Direktur Utama BRI Finance, Wahyudi Darmawan mengungkapkan, pihaknya menilai kenaikan NPF tersebut merupakan perhatian serius bagi perusahaan.

Oleh karena itu, perusahaan terus memperkuat manajemen risiko melalui pengetatan proses underwriting, pemantauan portofolio secara berkala, serta penerapan early warning system untuk mendeteksi potensi penurunan kualitas pembiayaan sejak dini.

Baca Juga: Asippindo Proyeksikan Bisnis Penjaminan Tahun Ini Masih Bisa Tumbuh Positif

“Selain itu, perusahaan juga mengoptimalkan penanganan kredit bermasalah. Kami tetap optimistis kualitas aset dapat terjaga dan rasio NPF bisa kembali ke level yang lebih sehat,” ujarnya kepada Kontan, Senin (30/3/2026).

Di tengah kenaikan NPF industri, Wahyudi menyebut hal ini turut menjadi pertimbangan dalam strategi penyaluran pembiayaan baru. Meski demikian, perusahaan tidak menahan ekspansi, melainkan lebih selektif dalam menyalurkan pembiayaan.

“Kami memperkuat kualitas akuisisi dengan fokus pada segmen yang memiliki profil risiko lebih terukur, meningkatkan kualitas analisis kredit, serta mengoptimalkan pemanfaatan data dan credit scoring untuk memastikan kelayakan debitur,” jelasnya.

Lebih lanjut, untuk mencegah kenaikan NPF yang lebih tinggi, perusahaan berupaya melakukan pengetatan underwriting, peningkatan kualitas analisis kredit, hingga penguatan strategi collection serta pemantauan portofolio secara berkala.

“Dengan pendekatan tersebut, kami optimistis kualitas aset tetap terjaga dan NPF dapat dikendalikan pada level yang sehat,” tambahnya.

Adapun berdasarkan data terakhir, rasio NPF BRI Finance tercatat sebesar 2,23%. Angka ini dinilai masih berada pada level yang relatif terjaga dan terkendali di tengah dinamika industri pembiayaan. 

Baca Juga: Menyoal Skema Penyelesaian Kerugian di Balik Kasus Mis-selling Produk Unitlink

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×