kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.614.000   8.000   0,31%
  • USD/IDR 17.940   -67,00   -0,37%
  • IDX 6.176   67,33   1,10%
  • KOMPAS100 814   12,72   1,59%
  • LQ45 622   13,33   2,19%
  • ISSI 212   0,39   0,18%
  • IDX30 351   8,04   2,34%
  • IDXHIDIV20 438   9,47   2,21%
  • IDX80 93   1,54   1,68%
  • IDXV30 117   0,44   0,38%
  • IDXQ30 113   2,94   2,65%

OJK: 11.448 Aduan Diterima Indonesia Anti-Scam Center (IASC) hingga 20 Desember 2024


Senin, 23 Desember 2024 / 17:18 WIB
OJK: 11.448 Aduan Diterima Indonesia Anti-Scam Center (IASC) hingga 20 Desember 2024
ILUSTRASI. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan, hingga 20 Desember 2024, Indonesia Anti-Scam Center (IASC) telah menerima sebanyak 11.448 aduan dan 5.987 rekening diblokir,


Reporter: Nadya Zahira | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan, hingga 20 Desember 2024, Indonesia Anti-Scam Center (IASC) telah menerima sebanyak 11.448 aduan dan 5.987 rekening diblokir, 

Pada priode yang sama, IASC juga telah berhasil menyelamatkan dana sebesar Rp 27,1 miliar.

Dalam keterangan pers, Senin (23/12), OJK bersama Otoritas, Kementerian, dan Lembaga terkait yang tergabung dalam Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) telah meluncurkan Indonesia Anti-Scam Center (IASC) untuk mempercepat penanganan penipuan di sektor keuangan.

Baca Juga: Marak Penipuan di Sektor Keuangan, Satgas Pasti Hadirkan Indonesia Anti Scam Centre

OJK menerangkan, IASC merupakan forum kerja sama antara Satgas PASTI dengan pelaku industri perbankan, penyedia jasa pembayaran, e-commerce, dan pihak terkait lainnya, yang bertujuan untuk menindaklanjuti laporan penipuan (scam) di sektor keuangan Indonesia secara cepat, timely, dan berefek-jera sesuai ketentuan yang berlaku. 

Nantinya, bank dan penyedia jasa pembayaran terkait yang tergabung pada IASC akan melakukan hal-hal di antaranya seperti, verifikasi untuk memastikan terjadinya penipuan, lalu melakukan penundaan transaksi penipuan (pemblokiran) dengan cepat dan mengupayakan penyelamatan sisa dana korban.

Selanjutnya, IASC akan mengidentifikasi pelaku dan melakukan koordinasi penindakan hukum dengan aparat penegak hukum. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×