kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

OJK catat kelebihan likuiditas di sistem perbankan mencapai Rp 500 triliun


Kamis, 04 Oktober 2018 / 15:55 WIB
ILUSTRASI. Petugas Menghitung Uang Rupiah Dengan Mesin Penghitung Uang


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat jumlah kelebihan likuiditas di sistem perbankan mencapai Rp 500 triliun.

Wimboh Santoso, Ketua Dewan Komisioner OJK mengungkapkan kondisi likuiditas perbankan saat ini masih berlebih.

“Likuiditas perbankan saat ini masih ample, jadi sekitar Rp 500 triliun ekses likuiditas,” kata Wimboh dalam konferensi pers, Kamis (3/10).

Untuk likuiditas bank secara individu, menurut Wimboh juga tidak ada masalah. Secara umum saat ini memang kondisi perbankan tumbuh cukup bagus dengan kecukupan modal sekitar 23%.

Hal ini ditunjukkan dengan pertumbuhan kredit 12,12% secara year on year (yoy) atau tahunan pada Agustus 2018. Pertumbuhan kredit ini didorong oleh perbaikan harga komoditas yang mulai membaik.

Perbaikan harga komoidas ini membuat ekonomi di luar Jawa sudah mulai recovery. Dengan bangkitnya harga komoditas membuat beberapa industri ikutan seperti alat berat juga mulai terungkit.

Meskipun harga komoditas sudah membaik, namun OJK mengatakan risiko kredit secara umum perbankan masih terkendali. Sementara itu, rasio kredit bermasalah alias non performing loan (NPL) perbankan per Agustus 2018 berdasarkan data OJK sebesar 2,74%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×