kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

OJK: Kredit Perbankan Tumbuh 9,49% pada Kuartal I-2026


Selasa, 05 Mei 2026 / 15:17 WIB
OJK: Kredit Perbankan Tumbuh 9,49% pada Kuartal I-2026
ILUSTRASI. Hingga Maret 2026, OJK mencatat kredit industri perbankan tumbuh 9,49% secara tahunan menjadi Rp 8.659 triliun. (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kredit perbankan kembali tumbuh positif pada Maret 2026. Seiring dengan itu, kualitas kredit juga terpantau mulai membaik. 

Hingga Maret 2026, OJK mencatat kredit industri perbankan tumbuh 9,49% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp 8.659 triliun. Capaian ini lebih baik dari pertumbuhan kredit pada Februari 2025 sebesar 9,37% yoy.

Berdasarkan jenisnya, kredit investasi masih menunjukkan performa terbaik dengan pertumbuhan 20,85% yoy, melaju dari pertumbuhan 20,72% yoy pada bulan sebelumnya.

Sementara itu, kredit modal kerja dan kredit konsumsi masing-masing tumbuh 4,38% yoy, melaju dari pertumbuhan 3,88% yoy pada bulan sebelumnya, dan 5,88% yoy, melambat dari pertumbuhan 6,34% yoy pada bulan sebelumnya. 

Baca Juga: Prabowo Minta Bunga Kredit 5%, Ini Respon Bank Himbara

Di luar itu, kredit di sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga berhasil mencatatkan perbaikan dengan pertumbuhan 0,12% yoy. Hal itu membalik kontraksi 0,56% yoy pada bulan sebelumnya. 

Kendati begitu, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae bilang dari segi kepemilikannya, kredit BUMN masih mencatatkan pertumbuhan tertinggi. “Yaitu sebesar 13,66% yoy,” katanya dalam Rapat Dewan Komisioner (RDK) bulanan, Selasa (5/5/2026).

Dari sisi profil risiko, tercatat rasio kredit bermasalah alias non performing loan (NPL) industri berhasil turun. Yang mana, NPL gross turun menjadi 2,14% dari posisi 2,17% pada bulan sebelumnya dan NPL net stabil di 0,83%. 

Baca Juga: DBS Ungkap Tren Kenaikan Tabungan Valas di Tengah Tekanan Rupiah

Dian memastikan likuiditas bank terjaga dengan rasio alat likuid AL/NCD naik menjadi 122,55% dari posisi 121,29% dan AL/DPK menjadi 27,85% dari 28,27,4% pada bulan sebelumnya. 

Dana pihak ketiga (DPK) perbankan hingga Januari 2026 tumbuh 13,55% yoy menjadi Rp 10.231 triliun. Untuk diketahui, tahun ini OJK menargetkan pertumbuhan kredit dan DPK masing-masing di level 10%–12% dan 7%–9%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×