kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.870   -65,00   -0,36%
  • IDX 5.821   -75,34   -1,28%
  • KOMPAS100 752   -12,33   -1,61%
  • LQ45 573   -10,72   -1,84%
  • ISSI 201   -1,70   -0,84%
  • IDX30 325   -6,09   -1,84%
  • IDXHIDIV20 401   -6,69   -1,64%
  • IDX80 86   -1,38   -1,59%
  • IDXV30 108   -1,25   -1,14%
  • IDXQ30 105   -1,88   -1,76%

OJK Perkirakan Pembiayaan Multifinance Akan Tumbuh pada 2026


Selasa, 23 Desember 2025 / 07:09 WIB
OJK Perkirakan Pembiayaan Multifinance Akan Tumbuh pada 2026
ILUSTRASI. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkirakan pembiayaan industri multifinance akan tetap tumbuh positif pada 2025. (DOK/OJK)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkirakan pembiayaan industri multifinance akan tetap tumbuh positif pada 2025.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK Agusman mengatakan perkiraan itu terbuka lebar melihat adanya peluang multifinace untuk melakukan ekspansi, meskipun dihadapkan berbagai tantangan. 

Selain itu, Agusman bilang, terdapat juga peluang pertumbuhan yang bisa dioptimalkan industri multifinance, terutama dari segmen kendaraan listrik dan inovasi produk pembiayaan. 

"Adapun segmen pembiayaan lain yang potensial untuk dioptimalkan, yakni pembiayaan modal kerja yang terus menunjukkan pertumbuhan yang positif," katanya dalam lembar jawaban tertulis RDK OJK, Rabu (17/12/2025).

Baca Juga: Saham Superbank (SUPA) Terkoreksi Tajam, Begini Rekomendasi Analis

Secara keseluruhan, pertumbuhan piutang pembiayaan multifinance terus menunjukkan perlambatan sejak awal tahun ini. Berdasarkan data OJK terbaru per November 2025, piutang pembiayaan multifinance hanya tumbuh 0,68% secara YoY, dengan nilai sebesar Rp 505,3 triliun.

Mengenai hal itu, Agusman mengatakan, perlambatan pertumbuhan piutang pembiayaan multifinance tahun ini dipengaruhi dinamika perekonomian, termasuk penurunan penjualan kendaraan. 

Lesunya pasar otomotif itu juga yang membuat pembiayaan kendaraan baru industri multifinance per Oktober 2025 terkontraksi 3,64% secara YoY, dengan nilai sebesar Rp 230,36 triliun.

Terkait perkembangan industri, OJK saat ini sedang memproses 1 permohonan akuisisi multifinance oleh pihak asing sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 

Baca Juga: Pembiayaan Mobil Listrik Mandiri Utama Finance (MUF) Tumbuh 131%

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×