kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.819.000   -17.000   -0,93%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Pangsa pasar bank cilik makin menciut, OJK soroti soal penguatan modal


Kamis, 09 Juli 2020 / 20:09 WIB
Pangsa pasar bank cilik makin menciut, OJK soroti soal penguatan modal
ILUSTRASI. Pejalan kaki melintas dekat logo Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Jakarta (14/7). Saat ini pangsa pasar perbankan di Indonesia masih dikuasai oleh segelintir bank besar. KONTAN/Cheppy A. Muchlis/14/07/2016


Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang | Editor: Tendi Mahadi

Merespon hal ini, Ekonom PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) Ryan Kiryanto beranggapan, dalam masa pandemi Covid-19 selain likuiditas, permodalan juga menjadi tiang penentu kemampuan bank untuk bisa bertahan. 

Tanpa permodalan yang mumpuni, secara bertahap bank diyakini Ryan bakal semakin kesulitan untuk terus menjaga operasional kinerjanya dengan baik. "Kuncinya adalah capital. Dengan modal yang cukup, bank akan bisa lebih kuat dalam mempertahankan operasionalnya. Caranya ada dua, yaitu lewat suntikan modal langsung atau menahan agar tidak ada pembagian dividen," ujarnya. 

Baca Juga: Walau saat ini masih stabil, OJK tetap soroti likuiditas dan permodalan bank

Dalam prakteknya, modal dalam perbankan memang digunakan untuk meredam potensi-potensi gangguan keuangan. Misalnya, sebagai pembentukan pencadangan, memitigasi risiko hingga bahan bakar untuk ekspansi.

Semakin besar modal perbankan, tentu menurut Ryan semakin kecil pula risiko yang dihadapi bank dalam menghadapi krisis. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×