Reporter: Ferry Saputra | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pasar modal dalam negeri mengalami peningkatan volatilitas imbas Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang memperingatkan kemungkinan perubahan klasifikasi pada 2027.
PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) memandang perkembangan terkait MSCI sebagai bagian dari dinamika pasar yang perlu dicermati secara tenang dan objektif.
Chief Financial Officer Prudential Indonesia Adit Trivedi menerangkan bahwa usulan perubahan status pasar Indonesia masih dalam tahap konsultasi dan belum menjadi keputusan final. Dalam konteks itu, dia bilang pihaknya terus memantau kinerja, melakukan observasi terhadap subdana investasi, serta perkembangan pasar modal dari waktu ke waktu.
Sebagai perusahaan asuransi dan investor jangka panjang, Adit menerangkan Prudential Indonesia mengelola investasi secara prudent atau penuh kehati-hatian dengan mempertimbangkan profil risiko produk, kebutuhan likuiditas, kualitas aset, diversifikasi, serta kesesuaian antara aset dan liabilitas.
"Dengan demikian, keputusan investasi tidak didasari pada volatilitas pasar jangka pendek," ujarnya kepada Kontan, Senin (2/11/2026).
Baca Juga: Great Eastern Optimistis Segmen Kendaraan Listrik Bisa Jadi Peluang Asuransi Umum
Adit menyampaikan setiap penyesuaian portofolio dilakukan melalui proses kajian yang disiplin, didukung tata kelola, serta framework pemantauan risiko yang telah ditetapkan. Di tengah kondisi pasar yang terus berkembang, dia bilang pemilihan instrumen investasi tetap mempertimbangkan fundamental aset, profil risiko, serta kesesuaiannya dengan tujuan investasi jangka panjang.
Adit mengatakan pihaknya juga terus menjaga kedisiplinan dalam berinvestasi dengan menempatkan dana nasabah pada instrumen yang sesuai dengan karakteristik produk dan profil risiko masing-masing.
Dia bilang pendekatan itu membantu menjaga ketahanan portofolio di tengah fluktuasi pasar, sekaligus mendukung penciptaan nilai yang berkelanjutan bagi nasabah dalam jangka panjang.
Bagi pemegang polis Produk Asuransi Yang Dikaitkan dengan Investasi (PAYDI) atau unitlink, Adit mengimbau untuk tetap fokus pada tujuan finansial jangka panjang dan menghindari pengambilan keputusan secara reaktif hanya berdasarkan pergerakan pasar jangka pendek.
"Dalam periode volatilitas pasar, pemegang polis perlu mempertimbangkan tujuan finansial jangka panjang, profil risiko, dan kebutuhan perlindungan sebelum mengambil keputusan terkait polisnya," tuturnya.
Baca Juga: Porsi Pembiayaan Modal Usaha BRI Finance Capai 37,7% per 23 Oktober 2026
Adit juga mendorong seluruh pemegang polis PAYDI untuk meninjau polis secara berkala guna memastikan manfaat perlindungan tetap sesuai dengan kebutuhan dan nilai dana tetap memadai untuk mendukung keberlangsungan polis.
Dia menyebut nasabah juga perlu memahami manfaat polis, biaya-biaya yang berlaku, serta profil risikonya, termasuk bahwa hasil investasi tidak dijamin dan nilai dana dapat berfluktuasi sesuai kondisi pasar.
"Dalam hal itu, nasabah dapat berkonsultasi dengan tenaga pemasar atau Prudential Indonesia untuk memahami kondisi polis dan berbagai pilihan yang tersedia," ungkapnya.
Per Juni 2026, Adit mengungkapkan Prudential Indonesia mencatat total aset sebesar Rp 58,9 triliun, dengan total aset investasi sebesar Rp 52,4 triliun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














