kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.545.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.109   16,00   0,09%
  • IDX 5.050   20,17   0,40%
  • KOMPAS100 649   1,43   0,22%
  • LQ45 518   4,63   0,90%
  • ISSI 164   -2,40   -1,44%
  • IDX30 292   2,74   0,95%
  • IDXHIDIV20 394   5,37   1,38%
  • IDX80 75   0,27   0,36%
  • IDXV30 108   0,37   0,34%
  • IDXQ30 99   1,18   1,21%

Peluang Pertumbuhan Pembiayaan Multifinance Masih Terbuka hingga Akhir Tahun 2026


Minggu, 08 November 2026 / 14:15 WIB
Peluang Pertumbuhan Pembiayaan Multifinance Masih Terbuka hingga Akhir Tahun 2026
ILUSTRASI. Imbas Kondisi Perekonomian pada Kredit Macet Kendaraan Bermotor (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja industri multifinance terbilang positif hingga September 2026 yang terlihat dari makin meningkatnya piutang pembiayaan dan terjaganya rasio kredit macet. 

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), piutang pembiayaan multifinance meningkat dari 1,68% secara Year on Year (YoY) per Agustus 2026, menjadi sebesar 2,21% per September 2026 dengan nilai mencapai Rp 518,34 triliun.

Alhasil, posisi kinerja per September 2026 terbilang sudah memasuki angka target OJK untuk industri multifinance pada 2026. Asal tahu saja, OJK memproyeksikan piutang pembiayaan industri perusahaan pembiayaan atau multifinance dapat tumbuh di kisaran 2% hingga 4% secara YoY pada akhir 2026.

Baca Juga: Rapor Bank Digital Q3 2026: 4 Bank Melesat, 2 Susut Tertekan Beban

Pengamat Industri Pembiayaan Jodjana Jody menilai masih terdapat peluang bagi industri multifinance untuk terus meningkatkan pertumbuhan penyaluran pembiayaan hingga akhir 2026. Dia bilang peluang itu datang dari potensi peningkatan penjualan kendaraan bermotor pada kuartal IV-2026. 

"Masih ada peluang kalau dilihat secara seasonal berdasarkan belanja otomotif kendaraan roda dua dan empat. Biasanya pada kuartal IV, demand otomotif akan naik," ungkapnya kepada Kontan, Sabtu (7/11/2026).

Jody mengatakan peningkatan penjualan kendaraan baik roda empat maupun dua menjadi kontributor utama bertumbuhnya kinerja pembiayaan industri hingga September 2026.

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat, penjualan mobil secara wholesales sejak Januari 2026 hingga September 2026 mencapai 679.020 unit,  atau tumbuh 21% secara YoY. Adapun penjualan ritel dari dealer ke konsumen juga naik 15,4% YoY, menjadi 676.223 unit per September 2026.

Berdasarkan data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), penjualan motor domestik mencapai 5.016.421 unit hingga September 2026, atau meningkat 3,7% secara YoY.

"Saya lihat penjualan masih naik hingga September 2026, sehingga hal itu berpengaruh ke credit growth," ujarnya.

Meski ada peluang peningkatan kinerja, Jody menyoroti adanya dinamika perekonomian yang bisa menjadi tantangan. Dia berharap tantangan itu tak begitu berdampak terhadap belanja masyarakat untuk kendaraan bermotor dan diharapkan juga suku bunga bisa terkendali.

Sementara itu, data OJK mencatat, tingkat rasio Non Performing Financing (NPF) gross perusahaan multifinance per September 2026 sebesar 2,98%. Angkanya terbilang membaik, jika dibandingkan posisi pada bulan sebelumnya yang sebesar 3,04%.

Baca Juga: BRI Life Perkuat Transformasi dan Perlindungan Keluarga

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×