Reporter: Ferry Saputra | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo) sempat menyoroti perbedaan suku bunga kredit yang ditawarkan perusahaan pembiayaan menjadi tantangan bagi calon konsumen kendaraan listrik.
Mengenai hal itu, PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) menyatakan tidak membedakan suku bunga kredit antara kendaraan konvensional dan listrik. Direktur Utama BRI Finance Ignatius Susatyo Wijoyo mengatakan hal itu sejalan dengan komitmen perusahaan dalam menerapkan prinsip pembiayaan yang prudent dan objektif.
Susatyo menerangkan penilaian dalam menetapkan suku bunga kredit berfokus pada profil dan kelayakan debitur, mencakup riwayat kredit, kapasitas pembayaran, stabilitas penghasilan, dan karakter debitur.
"Pendekatan itu memastikan kualitas portofolio pembiayaan tetap terjaga, sekaligus memberikan kepastian dan keadilan bagi seluruh calon debitur, apa pun jenis kendaraan yang dipilih," ujarnya kepada Kontan, Sabtu (7/11/2026).
Sementara itu, BRI Finance menyatakan terus memperkuat komitmen pada segmen bisnis berkelanjutan melalui pembiayaan hijau. Susatyo mengatakan perkembangan adopsi kendaraan listrik di Indonesia menjadi salah satu indikasi penguatan kesadaran masyarakat terhadap kendaraan yang lebih ramah lingkungan.
Baca Juga: BRI Finance Proyeksikan Kinerja Pembiayaan pada 2027 Bisa Naik Dua Kali Lipat
Dari segi jenis kendaraan, Susatyo menyampaikan adopsi kendaraan listrik juga mulai marak bermunculan, terutama pada jenis motor listrik, mobil listrik, dan truk listrik.
Sebagai gambaran, penyaluran pembiayaan kendaraan listrik oleh BRI Finance tercatat meningkat sekitar 12,3 kali lipat secara tahunan per September 2026. Pertumbuhan kinerja itu sejalan dengan tren penjualan mobil.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan wholesales mobil listrik mencapai 117.218 unit sepanjang Januari 2026 hingga September 2026. Jumlah tersebut meningkat 112,25%, dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 55.225 unit.
Baca Juga: BRI Finance Sebut Kenaikan Harga BBM Berpotensi Kerek Permintaan Mobil Listrik
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_23102611123400.jpeg)
