Reporter: Ferry Saputra | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Great Eastern General Insurance Indonesia (GEGI) berfokus mendorong pertumbuhan segmen ritel, dengan mengimplementasi teknologi untuk memperluas penetrasi pada 2027.
Marketing Director Great Eastern General Insurance Indonesia Linggawati Tok mengatakan ada sejumlah pertimbangan yang membuat perusahaan lebih berfokus menyasar segmen ritel pada tahun depan.
Linggawati melihat bahwa pasar asuransi umum Indonesia masih memiliki potensi yang cukup besar, dengan pertimbangan penetrasi asuransi yang cenderung masih rendah.
"Dengan demikian, kami menilai segmen ritel sangat variatif dan memiliki agilitas yang lebih baik pada saat kondisi ekonomi global dan domestik yang cenderung sangat fluktuatif," ujarnya kepada Kontan, Minggu (8/11/2026).
Baca Juga: BRI Finance Tak Bedakan Suku Bunga Kredit Kendaraan Konvensional dan Listrik
Linggawati menyampaikan pihaknya akan terus mengembangkan portofolio bisnis sektor ritel, dengan mempertimbangkan potensi pertumbuhan pasar dan strategi jangka panjang perusahaan. Dia bilang ada sejumlah lini bisnis yang memiliki prospek cerah dan akan menjadi perhatian strategis pada tahun depan.
Lininya adalah properti, kendaraan bermotor, marine cargo, travel, liability dan lifestyle related insurance. Dia menyebut fokus lini bisnis itu sesuai dengan visi perusahaan untuk menjadi perusahaan asuransi pilihan yang memahami kebutuhan para pelanggan dan perkembangan pasar.
Pada tahun depan, Great Eastern General juga akan terus meningkatkan digitalisasi dalam proses bisnis. Menurut Linggawati, digitalisasi sudah menjadi keharusan dan bagian terpenting dalam strategi perusahaan asuransi untuk dapat bersaing dan melayani kebutuhan nasabah, serta memberikan nilai tambah (added value).
"GEGI terus berupaya meningkatkan kemampuan digital perusahaan ke depan," tuturnya.
Linggawati mengatakan perusahaan juga akan terus meningkatkan edukasi ke masyarakat untuk membeli produk sesuai kebutuhan dan lebih teliti terhadap manfaat dari produk digital yang dibeli.
Secara keseluruhan, Linggawati memandang prospek industri asuransi umum Indonesia pada 2027 masih memiliki peluang untuk tumbuh. Hal itu disebabkan Indonesia memiliki ekonomi domestik yang cukup besar, dengan aktivitas perdagangan, pembangunan infrastruktur, industri manufaktur, logistik, maupun sektor jasa yang terus berkembang.
Meski demikian, Linggawati mengatakan tantangan ekonomi pada 2027 juga mengharuskan perusahaan asuransi untuk lebih jeli dalam melakukan seleksi risiko. Dia bilang hal tersebut perlu dilakukan untuk memprediksi industri, serta tren bisnis yang akan berkembang cepat dan terdampak dengan ekonomi ke depannya.
Terkait kinerja, berdasarkan laporan keuangan perusahaan di situs resmi, Great Eastern General Insurance Indonesia mencatatkan premi bruto sebear Rp 609,77 miliar per September 2026. Adapun hasil investasi mencapai 49,59 miliar. Sementara itu, aset perusahaan tercatat sebesar Rp 2,28 triliun per September 2026.
Baca Juga: 11 Asuransi Spin Off UUS dengan Mendirikan Perusahaan Baru per Oktober 2026
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_23102611123400.jpeg)
