kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Pembiayaan Syariah Tumbuh Solid Dibanding Konvensional, Ini Kata Pengamat


Selasa, 16 Desember 2025 / 19:29 WIB
Pembiayaan Syariah Tumbuh Solid Dibanding Konvensional, Ini Kata Pengamat
ILUSTRASI. Pertumbuhan pembiayaan syariah menunjukkan kinerja yang lebih solid dibandingkan perusahaan pembiayaan konvensional.(KONTAN/Muradi)


Reporter: Albar Maulana | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pertumbuhan pembiayaan syariah menunjukkan kinerja yang lebih solid dibandingkan perusahaan pembiayaan konvensional.

Berdasarkan data terakhir Otoritas Jasa Keuangan (OJK), piutang pembiayaan multifinance konvensional tumbuh 0,68% secara tahunan (year on year/YoY) pada Oktober 2025 menjadi Rp 505,30 triliun, didukung pembiayaan modal kerja yang tumbuh sebesar 9,28% YoY.

Pertumbuhan tersebut jauh tertinggal dari piutang pembiayaan syariah yang meningkat hingga 10,16% per Oktober 2025 menjadi Rp 30 triliun.

Baca Juga: Ubah Nama, OJK Beri Izin Usaha PT Asta Kanti Insurance Broker

Meskipun demikian, pengamat sekaligus Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda melihat laju pertumbuhan pembiayaan syariah tercatat melambat dibandingkan tahun lalu yang tumbuh hingga 17,2% menjadi Rp 27,26 triliun.

Menurutnya, kondisi ini mencerminkan adanya pergeseran preferensi masyarakat terhadap produk pembiayaan yang sesuai dengan karakteristik mereka.

“Orang yang cocok dengan syariah ternyata banyak memilih produk pembiayaan syariah. Industri syariah nasional menunjukkan peningkatan daya saing untuk pengembangan industri yang lebih tepat,” ujar Nailul, Selasa (16/12/2025).

Baca Juga: Debitur KUR Korban Bencana Sumatera dan Aceh Dapat Relaksasi, Ini Kata BRI

Ia menambahkan, ketidakpastian global juga turut mempengaruhi pilihan konsumen. Dalam situasi ekonomi yang belum stabil, masyarakat dinilai lebih menyukai produk keuangan yang memberikan kepastian biaya. Skema pembiayaan syariah yang menawarkan biaya tetap menjadi salah satu daya tarik utama bagi konsumen.

Ke depan, Nailul menilai tantangan utama industri pembiayaan syariah berasal dari daya beli masyarakat. Dengan pertumbuhan pembiayaan yang mulai melandai dibandingkan tahun sebelumnya, ia memperkirakan laju pertumbuhan pembiayaan syariah pada tahun depan akan kembali mengalami penurunan.

“Mungkin pertumbuhan akan ada di angka 7% hingga 8% per bulannya,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×