kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.764.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.680   99,00   0,56%
  • IDX 6.599   -124,08   -1,85%
  • KOMPAS100 874   -18,96   -2,12%
  • LQ45 651   -6,79   -1,03%
  • ISSI 238   -4,84   -1,99%
  • IDX30 369   -2,15   -0,58%
  • IDXHIDIV20 456   0,25   0,05%
  • IDX80 100   -1,80   -1,77%
  • IDXV30 128   -1,20   -0,93%
  • IDXQ30 119   -0,20   -0,17%

Pemerintah Bakal Tempatkan Dana Rp 200 Triliun di Bank BUMN, Ini Respon BNI


Kamis, 11 September 2025 / 19:25 WIB
Diperbarui Kamis, 11 September 2025 / 21:04 WIB
Pemerintah Bakal Tempatkan Dana Rp 200 Triliun di Bank BUMN, Ini Respon BNI
ILUSTRASI. Menara BNI Pejompongan, Jakarta Pusat. BNI turut mendukung rencana pemerintah untuk menempatkan dana excess reserve (cadangan berlebih) pemerintah sebesar Rp 200 triliun


Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) turut mendukung rencana pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan untuk menempatkan dana excess reserve (cadangan berlebih) pemerintah sebesar Rp 200 triliun. Bank menilai ini bisa membantu likuiditas. 

Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo menjelaskan, langkah strategis pemerintah ini dapat memberikan tambahan ruang likuiditas bagi perbankan. Hal ini pada gilirannya diharapkan mampu mengoptimalkan fungsi intermediasi perbankan dalam menyalurkan pembiayaan kepada sektor-sektor produktif yang menjadi prioritas pemerintah.

Baca Juga: Besok! Purbaya Mulai Guyurkan Rp 200 Triliun ke Bank Himbara

“Penempatan dana di perbankan tentu akan menambah ruang likuiditas dan menjadi stimulus positif dalam mendukung pembiayaan di sektor riil,” ujar Okki dalam keterangan tertulis, Kamis (11/9).

Ia menegaskan, BNI akan tetap menyalurkan kredit secara sehat dan produktif, sejalan dengan agenda pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Dalam hal ini, bank menyalurkan kredit sejalan dengan program prioritas pemerintah.

Meski demikian, ia menilai efektivitas kebijakan ini akan sangat bergantung pada aturan teknis dan implementasi lebih lanjut dari regulator. Beberapa aspek kunci yang memerlukan kejelasan mencakup skema penempatan dana, tata kelola, jangka waktu, mitigasi risiko, serta prioritas penyaluran kepada sektor-sektor tertentu.

“Dengan likuiditas yang lebih kuat, bank diharapkan dapat lebih agresif dalam mendanai proyek-proyek strategis yang mendorong pertumbuhan ekonomi,” tandasnya.

Baca Juga: Purbaya Yakin Ekonomi RI Bergerak Lebih Cepat Jelang Akhir Tahun

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×