kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45939,21   3,87   0.41%
  • EMAS1.321.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Peminjam Investree Radhika didominasi oleh UKM dari industri kreatif


Minggu, 24 Maret 2019 / 20:16 WIB
Peminjam Investree Radhika didominasi oleh UKM dari industri kreatif


Reporter: Danielisa Putriadita | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Jumlah proyek yang didanai melalui PT Investree Radhika Jaya (Investree) terus bertambah setiap tahunnya. Sejak berdiri pada 2016, Investree telah memberi pinjaman kepada 4.003 proyek dengan total pinjaman yang terfasilitasi mencapai Rp 2,12 triliun.

Sementara, jumlah pinjaman yang tersalurkan sebesar Rp 1,61 triliun. Jumlah lender atau pemberi pinjaman yang terdaftar mencapai 46.000 orang.

Co-Founder & CEO PT Investree Radhika Jaya Adrian Gunadi, mengatakan ke depan akan semakin banyak jumlah Usaha Kecil Menengah (UKM) yang memanfaatkan pinjaman bisnis di Investree.

Apalagi, Investree juga menyediakan fasilitas pendanaan berbasis syariah yang memiliki potensi besar di Indonesia.

"Di tahun ini kami juga akan mengeluarkan beberapa produk pinjaman bisnis yang fokus untuk membantu UKM mengembangkan bisnisnya," kata Adrian, Senin (18/3) lalu.

Portoflio peminjam di Investree hingga saat ini didominasi oleh UKM dari industri kreatif seperti, biro agensi periklanan, event organizer, rumah produksi iklan, katering, supplier bahan baku makanan, industri pengalidayaan, teknologi informatika dan pendukung jasa telekomunikasi.

Rata-rata peminjam atau borrower di Investree memiliki rata-rata penjualan di atas Rp 2 miliar per tahun. Selain itu, perusahaan berumur tiga tahun dan jumlah karyawan sebanyak 25 orang.

"Kami merasa potensi pasar paling besar masih berada di kategeri tersebut sehingga kami ingin memaksimalkannya terlebih dahulu," kata Adrian.

Di tengah proyek yang terus bertambah untuk didanai, Investree berusaha menjaga angka kredit macet tidak lebih dari 1%. Rhadika mengatakan saat ini NPL masih positif di 0%.

"Kami selalu selektif dalam menganalisis calon peminjam melalui proses mitigasi risiko dengan seksama," kata Rhadika.

Salah satu cara untuk meminimalisir risiko tersebut adalah dengan menggunakan analisis, seleksi dan persetujuan berdasarkan sistem credit scoring.

Setelah dana Lender dicairkan kepada Borrower, Investree juga akan melakukan pengawasan untuk memastikan bahwa tidak ada penyalahgunaan terhadap dana yang diberikan, repayment pun dapat dilaksanakan tepat waktu.

Investree menargetkan penyaluran pinjaman bisa mencapai Rp 2,5 triliun di tahun ini atau meningkat 50,8% secara year on year (yoy) dari dana penyaluran 2018 sebesar Rp 1,23 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×