Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) mencatatkan lonjakan beban impairment sepanjang tujuh bulan pertama 2026. Namun, peningkatan itu disebut tak mencerminkan penurunan kualitas aset secara keseluruhan.
Hingga Juli 2026, beban impairment CIMB Niaga tercatat sebesar Rp 1,05 triliun. Nilai tersebut melonjak 86,06% secara tahunan.
Menurut Presiden Direktur CIMB Niaga Lani Darmawan, kenaikan impairment terutama berasal dari dampak kebijakan akuntansi baru pada CIMB Niaga Auto Finance (CNAF).
"Secara fundamental asset quality kami sangat baik. Kenaikan impairment terisolasi dari kebijakan akunting baru di Auto CNAF secara konsolidasi," kata Lani kepada Kontan, Senin (7/9/2026).
Baca Juga: Krom Bank Mencatat Kenaikan Beban Impairment Seiring Lonjakan Kredit
Lani menegaskan, dampak dari kebijakan akuntansi baru tersebut diperkirakan bakal ternetralisir dalam enam bulan ke depan. Di luar faktor tersebut, ia menyebut kondisi portofolio kredit CIMB Niaga masih berada dalam kondisi sehat. Toh, rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) bank masih terjaga di level 1,88%.
"Itu dampaknya akan ternetralisir dalam enam bulan ke depan. Di luar itu semua portfolio dalam keadaan sehat," ujarnya.
Di sisi lain, CIMB Niaga tetap mencatatkan pertumbuhan penyaluran pembiayaan. Hingga Juli 2026, total pembiayaan bank meningkat 7,79% secara tahunan menjadi Rp 230,65 triliun.
Pertumbuhan tersebut terutama ditopang oleh penyaluran kredit yang naik 15,41% secara tahunan menjadi Rp 179,18 triliun. Sementara itu, pembiayaan syariah tercatat turun 51,47% secara tahunan menjadi Rp 51,47 triliun.
Baca Juga: Bank bjb Ekspansi Jaringan ke Pangandaran, Incar Pertumbuhan Bisnis Lokal
Selain dampak kebijakan akuntansi, Lani mengatakan CIMB Niaga juga meningkatkan pencadangan sebagai langkah antisipasi terhadap kondisi ekonomi.
"Pencadangan juga kami tambah untuk antisipasi kondisi ekonomi," pungkas Lani.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













