kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Penerbitan Surat Utang Multifinance Capai Rp 37,98 Triliun per November 2025


Senin, 19 Januari 2026 / 18:15 WIB
Penerbitan Surat Utang Multifinance Capai Rp 37,98 Triliun per November 2025
ILUSTRASI. (KONTAN/Cheppy A. Muchlis) Pefindo menyampaikan nilai penerbitan surat utang atau obligasi oleh multifinance per November 2025 meningkat signifikan.


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menyampaikan nilai penerbitan surat utang atau obligasi oleh multifinance per November 2025 meningkat signifikan. Fixed Income Analyst Pefindo Ahmad Nasrudin mengatakan total nilai penerbitan surat utang multifinance per November 2025 mencapai Rp 37,98 triliun.

"Nominal tersebut melonjak 138%, jika dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp 15,90 triliun," ujarnya kepada Kontan, Senin (19/1).

Baca Juga: Perbankan Optimistis Laba Tetap Tumbuh di Tahun 2026

Ahmad menerangkan dengan nominal tersebut, sektor multifinance menjadi salah satu kontributor utama dalam pasar surat utang korporasi per November 2025. Dia menyampaikan lonjakan tersebut didorong oleh kebutuhan perusahaan multifinance untuk mendukung ekspansi kredit konsumsi.

Berdasarkan data Pefindo, total penerbitan surat utang korporasi mencapai Rp 252,16 triliun. Artinya, multifinance berkontribusi sebesar 15,06%.

Lebih lanjut, Pefindo melihat beberapa seri obligasi multifinance mendominasi volume transaksi. Salah satunya ada PT Federal International Finance (FIFGROUP) yang tercatat aktif dengan Obligasi Berkelanjutan VII Tahap II Tahun 2025 Seri A senilai Rp1,47 triliun, yang mengindikasikan dominasi pemain besar di sektor multifinance.

Ahmad memproyeksikan sektor multifinance akan tetap menjadi salah satu penerbit surat utang paling aktif pada 2026. Dia bilang upaya itu guna memenuhi kebutuhan pendanaan di tengah prospek ekonomi yang kuat. 

Baca Juga: Libur Nataru Dongkrak Transaksi Kartu Kredit Bank Mandiri

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×