kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Pengakuan Bank Mandiri pernah kecolongan data nasabah


Rabu, 07 Maret 2018 / 18:45 WIB
ILUSTRASI. ATM Bank Mandiri


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Sofyan Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Mandiri Tbk mengakui pernah kecolongan data nasabah. Hal tersebut terjadi pada medio tahun 2000.

Tardi, Direktur Konsumer dan Mikro Bank Mandiri bilang, bocornya data nasabah ini disebabkan karena adanya peretasan yang dilakukan oleh oknum dari luar negeri.

"Pada saat itu, kami kena hack pada medio 2000-an, peretasan ini dilakukan pada sistem," kata Tardi kepada Kontan.co.id, Rabu (7/3).

Untuk mengatasi masalah itu, pada saat kejadian bocornya data nasabah, Bank Mandiri sampai mendatangkan ahli keamanan dari Eropa Timur. Hal ini agar masalah ini bisa cepat terselesaikan.

Menurut Tardi, setelah kejadian peretasan, Bank Mandiri terus melakukan perbaikan. Sampai saat ini, Bank Mandiri mencatat tidak ada nasabah yang terjadi kebocoran lagi.

Selain itu, agar kejadian serupa tidak terulang kembali, secara periodik Bank Mandiri terus memberitahukan kepada nasabah melalui sms dan pesan lain. Pemberitahuan ini agar nasabah mau menggunakan fitur notifikasi transaksi, sehingga ketika ditemukan transaksi tidak lazim bisa langsung menghubungi pihak bank.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×