kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Pengakuan Bank Mandiri pernah kecolongan data nasabah


Rabu, 07 Maret 2018 / 18:45 WIB
ILUSTRASI. ATM Bank Mandiri


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Sofyan Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Mandiri Tbk mengakui pernah kecolongan data nasabah. Hal tersebut terjadi pada medio tahun 2000.

Tardi, Direktur Konsumer dan Mikro Bank Mandiri bilang, bocornya data nasabah ini disebabkan karena adanya peretasan yang dilakukan oleh oknum dari luar negeri.

"Pada saat itu, kami kena hack pada medio 2000-an, peretasan ini dilakukan pada sistem," kata Tardi kepada Kontan.co.id, Rabu (7/3).

Untuk mengatasi masalah itu, pada saat kejadian bocornya data nasabah, Bank Mandiri sampai mendatangkan ahli keamanan dari Eropa Timur. Hal ini agar masalah ini bisa cepat terselesaikan.

Menurut Tardi, setelah kejadian peretasan, Bank Mandiri terus melakukan perbaikan. Sampai saat ini, Bank Mandiri mencatat tidak ada nasabah yang terjadi kebocoran lagi.

Selain itu, agar kejadian serupa tidak terulang kembali, secara periodik Bank Mandiri terus memberitahukan kepada nasabah melalui sms dan pesan lain. Pemberitahuan ini agar nasabah mau menggunakan fitur notifikasi transaksi, sehingga ketika ditemukan transaksi tidak lazim bisa langsung menghubungi pihak bank.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×