kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.601.000   -12.000   -0,46%
  • USD/IDR 18.083   -13,00   -0,07%
  • IDX 6.091   -39,20   -0,64%
  • KOMPAS100 796   -3,58   -0,45%
  • LQ45 607   -1,51   -0,25%
  • ISSI 210   -1,41   -0,67%
  • IDX30 341   -0,73   -0,21%
  • IDXHIDIV20 422   -0,86   -0,20%
  • IDX80 91   -0,33   -0,36%
  • IDXV30 115   -0,50   -0,43%
  • IDXQ30 109   -0,23   -0,21%

Penurunan Jumlah Peserta Tidak Pengaruhi Likuiditas Dana Pensiun Sukarela


Selasa, 28 Juli 2026 / 17:25 WIB
Penurunan Jumlah Peserta Tidak Pengaruhi Likuiditas Dana Pensiun Sukarela
ILUSTRASI. Dana Pensiun (KONTAN/Panji Indra)


Reporter: Ade Priyatin | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penurunan peserta dana pensiun (dapen) sukarela dalam beberapa bulan terakhir ini belum memberikan dampak signifikan terhadap likuiditas industri dana pensiun.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat penurunan jumlah peserta dana pensiun sukarela dari 5,43 juta peserta pada Maret 2026, menjadi 5,42 juta peserta pada April 2026. Kemudian turun lagi pada bulan Mei 2026  menjadi 5,39 juta peserta.

Salah satu pemain di industri dapen, yakni Dana Pensiun BCA turut mengalami penurunan peserta sebanyak 0,22% sehingga per Mei 2026 jumlah peserta mereka tercatat menjadi 24.876 peserta.

"Pergerakan yang mendekati stabil ini murni dipengaruhi oleh faktor demografi internal, yakni adanya peserta aktif yang memasuki masa pensiun normal," jelas Direktur Utama Dapen BCA, Budi Sutrisno kepada Kontan, Selasa (28/7/2026).

Baca Juga: Laba BCA Naik Jadi Rp 29,5 Triliun pada Semester I-2026

Budi mengatakan, penuruan jumlah peserta ini tidak akan berdampak signifikan terhadap kondisi likuiditas dana pensiun.

Menurutnya, pengelolaan likuiditas dilakukan melalui penerapan asset liability management dengan menempatkan porsi portofolio secara berimbang pada instrumen yang memiliki risiko rendah dan sangat likuid, misalnya Surat Berharga Negara (SBN) dan deposito perbankan.

Strategi ini dilakukan agar kewajiban pembayaran manfaat pensun dapat terpenuhi secara tepat waktu dan aman.

Senada dengan itu, Ketua Umum Asosiasi Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) Tondy Suradiredja mengatakan, penurunan kepesertaan belum jadi ancaman likuiditas bagi industri secara agregat.

Justru, risiko lebih nyata terlihat dari pertumbuhan iuran yang tidak diimbangi dengan pertumbuhan aset industri karena dana yang keluar lebih besar untuk membayar manfaat pensiun dan klaim pencairan peserta.

"Artinya masalah riilnya bukan soal jumlah peserta turun, melainkan rasio dana keluar yang tumbuh lebih cepat dari akumulasi dana baru," ujarnya.

Baca Juga: Kepesertaan Dana Pensiun Sukarela Sulit Tumbuh, Ini Penyebabnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×