kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.580.000   6.000   0,23%
  • USD/IDR 17.928   15,00   0,08%
  • IDX 6.119   81,97   1,36%
  • KOMPAS100 788   11,28   1,45%
  • LQ45 603   7,78   1,31%
  • ISSI 213   2,98   1,42%
  • IDX30 336   5,02   1,52%
  • IDXHIDIV20 429   6,53   1,54%
  • IDX80 90   1,23   1,39%
  • IDXV30 116   1,54   1,34%
  • IDXQ30 110   1,55   1,44%

Perbankan masih berupaya mengejar batas minimum kredit UMKM sebesar 20%


Rabu, 11 Desember 2019 / 20:31 WIB
ILUSTRASI. Konsumen memilih produk busana ukm saat pameran di Jakarta, Senin (21/10). Perbankan masih berupaya mengejar batas minimum kredit UMKM sebesar 20%./pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/21/10/2019.


Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang | Editor: Tendi Mahadi

Senada, PT Bank OCBC NISP Tbk menyebut porsi kredit UMKM perseroan saat ini sudah menembus 60% di kuartal IV 2019. Pencapaian tersebut menurut Presiden Direktur OCBC NISP Parwati Surjaudaja sudah meningkat dari capaian di September 2019 sebesar 57%.

Namun, Parwati mengakui kalau mayoritas kredit yang disalurkan merupakan segmen usaha kecil dan menengah (UKM).

Perseroan sejak tahun 2010 silam memang sudah mengurangi dan menghilangkan kredit mikro lantaran kesulitan dalam menghadapi persaingan. Pasalnya, kredit mikro memang membutuhkan infrastruktur yang cukup besar untuk menjangkau pasar.

Baca Juga: Bangkok Bank dikabarkan berniat memborong saham Bank Permata

Adapun, jika digabungkan dengan segmen mikro, porsi UMKM perseroan baru menjadi 18%. Meski begitu, Parwati meyakini di tahun depan porsinya bakal bisa mencapai 20%. "Kami merasakan sendiri bahwa segmen UKM terus saja tumbuh," katanya.

Untuk dapat mendongkrak pertumbuhan tersebut, pihaknya terus mengembangkan layanan untuk memfasilitasi pertumbuhan. Termasuk salah satu strateginya yakni dengan mengandalkan kecanggihan teknologi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×