kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.970   57,00   0,32%
  • IDX 5.691   47,39   0,84%
  • KOMPAS100 735   7,50   1,03%
  • LQ45 558   5,00   0,90%
  • ISSI 198   1,20   0,61%
  • IDX30 316   2,19   0,70%
  • IDXHIDIV20 390   0,30   0,08%
  • IDX80 84   0,80   0,96%
  • IDXV30 106   -0,34   -0,32%
  • IDXQ30 102   0,32   0,31%

Persaingan ketat, MTF akui NIM mobil baru tipis


Minggu, 15 Juli 2018 / 17:49 WIB
ILUSTRASI. Pembiayaan kendaraan Mandiri Tunas Finance


Reporter: Tendi Mahadi | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bisnis pembiayaan dinilai akan makin menantang untuk bisa menjaga perolehan net interest margin (NIM) dengan adanya kenaikan BI 7-Day Repo Rate. Terlebih untuk bisa kenadaraan penumpang baru.

Misalnya saja PT Mandiri Tunas Finance (MTF). Direktur MTF Armendra menyebut sulit untuk bisa mendapat marjin yang tebal di segmen mobil baru karena persaingan yang ketat di pasaran.

Sementara di MTF sendiri, sekitar 90% dari portofolio bisnisnya bermain di segmen tersebut. Makanya menurut dia, NIM di perusahaannya rata-rata hanya berada di kisaran 3% sampai 4%. "Karena itu kami lebih banyak bermain di kuantitas yang besar," kata dia beberapa waktu lalu.

Kenaikan suku bunga acuan sendiri, menurut Armendra akan mendorong naiknya biaya pendanaan yang bisa didapat perusahaannya. Untuk itu, pihaknya akan makin aktif memantau kebijakan yang dilakukan oleh bank-bank yang menjadi sumber dana MTF.

Beberapa opsi bisa dipilih untuk meminimalisir kenaikan bunga pinjaman guna menekan cost of fund. Di antaranya melakukan front loading sebelum bank menaikan bunganya.

Namun tentunya hal ini juga harus memperhatikan kebutuhan dan likuiditas yang dimiliki perseroan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×