kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Persaingan ketat, MTF akui NIM mobil baru tipis


Minggu, 15 Juli 2018 / 17:49 WIB
ILUSTRASI. Pembiayaan kendaraan Mandiri Tunas Finance


Reporter: Tendi Mahadi | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bisnis pembiayaan dinilai akan makin menantang untuk bisa menjaga perolehan net interest margin (NIM) dengan adanya kenaikan BI 7-Day Repo Rate. Terlebih untuk bisa kenadaraan penumpang baru.

Misalnya saja PT Mandiri Tunas Finance (MTF). Direktur MTF Armendra menyebut sulit untuk bisa mendapat marjin yang tebal di segmen mobil baru karena persaingan yang ketat di pasaran.

Sementara di MTF sendiri, sekitar 90% dari portofolio bisnisnya bermain di segmen tersebut. Makanya menurut dia, NIM di perusahaannya rata-rata hanya berada di kisaran 3% sampai 4%. "Karena itu kami lebih banyak bermain di kuantitas yang besar," kata dia beberapa waktu lalu.

Kenaikan suku bunga acuan sendiri, menurut Armendra akan mendorong naiknya biaya pendanaan yang bisa didapat perusahaannya. Untuk itu, pihaknya akan makin aktif memantau kebijakan yang dilakukan oleh bank-bank yang menjadi sumber dana MTF.

Beberapa opsi bisa dipilih untuk meminimalisir kenaikan bunga pinjaman guna menekan cost of fund. Di antaranya melakukan front loading sebelum bank menaikan bunganya.

Namun tentunya hal ini juga harus memperhatikan kebutuhan dan likuiditas yang dimiliki perseroan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×