kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.602.000   25.000   0,97%
  • USD/IDR 16.846   28,00   0,17%
  • IDX 8.937   11,28   0,13%
  • KOMPAS100 1.229   2,00   0,16%
  • LQ45 868   0,40   0,05%
  • ISSI 324   0,94   0,29%
  • IDX30 440   -0,98   -0,22%
  • IDXHIDIV20 517   -1,78   -0,34%
  • IDX80 137   0,24   0,18%
  • IDXV30 144   -0,01   0,00%
  • IDXQ30 140   -0,81   -0,58%

Great Eastern Targetkan Pendapatan Premi Asuransi Properti Tumbuh 12% pada 2026


Sabtu, 10 Januari 2026 / 19:41 WIB
Great Eastern Targetkan Pendapatan Premi Asuransi Properti Tumbuh 12% pada 2026
ILUSTRASI. Direktur GEGI Linggawati Tok (Dok/GEGI) Great Eastern General Insurance Indonesia (GEGI) menargetkan pendapatan premi asuransi properti dapat tumbuh 12% pada 2026.


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Great Eastern General Insurance Indonesia (GEGI) menargetkan pendapatan premi asuransi properti dapat tumbuh 12% pada 2026. Marketing Director Great Eastern General Insurance Indonesia Linggawati Tok menyampaikan perusahaan akan menerapkan sejumlah strategi untuk mencapai target tersebut.

Linggawati mengatakan Great Eastern General Insurance Indonesia akan berfokus menggarap segmen personal, serta Small and Medium Enterprises (Usaha Kecil dan Menengah). Selain itu, GEGI juga akan melakukan penguatan kerja sama dengan perbankan dan developer, serta inovasi produk yang lebih fleksibel untuk segmen ritel. 

“Kami akan fokus pada sinergi dengan mitra strategis, terutama Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dari bank. Ditambah, memberikan solusi perlindungan yang sesuai dengan kebutuhan konsumen, terutama untuk properti dengan nilai di bawah Rp 5 miliar,” kata Linggawati kepada Kontan, Jumat (9/1).

Baca Juga: Lima Sektor Ekonomi Terbesar yang Dibiayai Modal Ventura per November 2025

Lebih lanjut, Linggawati menilai prospek asuransi properti secara keseluruhan cukup menjanjikan tahun ini. Didorong juga faktor makro ekonomi dan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap perlindungan aset. 

Ditambah, adanya kejadian bencana yang terjadi pada 2025, termasuk wilayah Sumatra, berpotensi meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya memiliki perlindungan terhadap aset properti.

"Hal itu menjadi katalis positif bagi pertumbuhan bisnis asuransi properti,” ungkapnya.

Berdasarkan data terakhir, Linggawati menyampaikan pendapatan premi GEGI dari lini asuransi properti tumbuh 17% secara Year on Year (YoY) per akhir 2025. Dia bilang segmen ritel menyumbang 26% terhadap total premi asuransi properti perusahaan. 

Terkait industri, lini asuransi properti masih menjadi penyumbang terbesar pendapatan premi asuransi umum. Data Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mencatat pendapatan premi asuransi properti mencapai Rp 24,75 triliun, atau tumbuh sebesar 5,4% secara YoY. Lini tersebut berkontribusi sebesar 29,2% terhadap total pendapatan premi asuransi umum per kuartal III-2025 yang mencapai Rp 84,72 triliun. 

Baca Juga: Pembiayaan Multiguna Jadi Penyumbang Terbesar Pembiayaan Multifinance

Selanjutnya: AS Tangkap Presiden Venezuela dan Istrinya, Ini Respon Ketum PDI Perjuangan

Menarik Dibaca: 11 Jus untuk Menambah Berat Badan yang Bisa Anda Coba

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×