kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.580   27,00   0,15%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Premi asuransi umum melambat karena faktor politik


Senin, 09 Maret 2015 / 15:59 WIB
ILUSTRASI. Gokana Ramen and Teppan menyediakanpromo Gokana Goyang 25 untuk menu spesial diskon 25% edisi 25 September 2023


Reporter: Tendi Mahadi | Editor: Ruisa Khoiriyah

JAKARTA. Tahun 2014 menjadi tahun yang cukup berat bagi pelaku usaha di dalam negeri, termasuk bagi para pebisnis asuransi umum. Minat orang berasuransi cenderung menurun, tak terkecuali di produk-produk asuransi umum. Tahun lalu, pertumbuhan premi asuransi umum cenderung melambat.

Data Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mengungkapkan, industri asuransi umum di Indonesia meraup premi Rp 55,1 triliun sepanjang tahun 2014. Angka itu tumbuh 18% dari realisasi premi asuransi umum tahun 2013 yang nilainya sebesar Rp 46,7 triliun.

Hanya saja, kendati masih mencatat pertumbuhan, angka kenaikan premi asuransi umum itu menurun bila dibandingkan periode sebelumnya. Premi asuransi umum tahun 2013 dibandingkan tahun 2012 masih mampu tumbuh 20,1%.

Julian Noor, Direktur Eksekutif AAUI, menuturkan, perlambatan premi tahun 2014 adalah akibat dari situasi politik tahun lalu. Momen pergantian pemerintahan selama ini kerap berimplikasi pada penundaan keputusan-keputusan finansial, termasuk keputusan berasuransi.

Pada saat yang sama, pertumbuhan ekonomi tahun 2014 juga lambat. Alhasil, ekspansi ekonomi baik dari sektor pemerintah maupun swasta banyak pula yang tertunda. "Asuransi umum tentu terdampak karena sangat terkait dengan proyek-proyek pembangunan," ujar dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×