kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45910,61   7,27   0.81%
  • EMAS1.310.000 -0,23%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Rekening nasabah Jenius ludes dibobol hacker?


Jumat, 30 Agustus 2019 / 20:15 WIB
Rekening nasabah Jenius ludes dibobol hacker?
ILUSTRASI. Layanan Digital Jenius Live dari Bank BTPN


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perbankan kini terus melakukan transformasi untuk beradaptasi memasuki era digital. Nasabah ditawarkan dengan berbagai layanan yang semakin praktis. Melakukan transaksi keuangan pun semakin menyenangkan.

Namun di balik keuntungan yang bisa diberikan, layanan digital ini juga bisa mendatangkan kerugian bagi nasabah. Pasalnya, sistem pertahanan digital bank akan jadi sasar para peretas.

Baca Juga: Mengintip persaingan uang elektronik yang makin hari makin ramai

Lalu, apakah bank sudah mengantisipasi di tengah gencarnya berjualan? Pengalaman pahit dialami influencer Wisno Kumoro baru-baru ini. Ia mengklaim akun rekening Jenius yang dimilikinya mengalami pembobolan dan uangnya ludes dalam sekejap.

Aplikasi Jenius merupakan layanan perbankan digital yang dimiliki Bank BTPN. Dalam unggahan di story instragram @wisnukumoro, Wisnu menceritakan kronologi musibah yang dia alami itu. Pada tanggal 29 Agustus 2019 pukul 8.50 WIB, dia menerima pesan permintaan verifikasi untuk transaksi ke ponselnya.

"Gue baru saja mengalami musibah, akun Jenius gue di-hack. Gue curiga di-hack karena ada orang mencoba masuk setelah ada notifikasi permintaan verifikasi tetapi tidak gue kasih," paparnya.

Baca Juga: Platform Jenius menyumbang 5% bagi DPK Bank BTPN

Wisnu memutuskan untuk memblokir rekeningnya. Namun, rupanya akunnya tetap berhasil dibobol dengan menarik uangnya. Penarikan uang tersebut digunakan untuk bertransaksi di Blibli.com.

Halaman selanjutnya: saldo tinggal tersisa Rp 50.000

Dia tak habis pikir bagaimana peretas itu bisa membobol rekeningnya. Sebab dua ponsel yang teregistrasi di akun Jenius tersebut masih ada di tangannya. Lalu dia coba menghubungi costumer service Jenius sebanyak tiga kali namun tak berbalas.

Baca Juga: Perombakan direksi bank BUMN berlanjut, Ario Bimo jadi direktur termuda di BNI

Tak habis sampai di situ, pada pukul 9.20 WIB, Wisnu kembali menerima pesan permintaan verifikasi ke nomor Jenius miliknya. Lantas dia coba ubah kata sandi dan yang lainnya, namun tak berhasil.

Penarikan uang di rekeningnya terus berlanjut hingga tinggal tersisa Rp 200.000. Kemudian pada pukul 10.59, pesan permintaan verifikasi kembali datang untuk menggerus duit yang tinggal tersisa Rp 50.000 lagi.

Dalam update terakhirnya, Wisnu mengaku sudah berhasil berkomunikasi dengan pihak Jenius. "Saya sudah dikontak sama orang Jenius dan kasus ini lagi mereka selidiki. Kami sudah tenang, yang jelas ini jadi pelajaran bagi kita semua," ujarnya.

Baca Juga: Cari paket umroh hingga KPR syariah? Coba ke BNI Syariah Islamic Tourism Expo 2019

Halaman selanjutnya: BTPN menganggapi kasus ini...

Bank BTPN buka suara atas kasus tidak mengenakkan yang dialami salah satu nasabah perseroan lewat layanan digital banking Jenius.

Nasabah atas nama Wisnu Kumoro dalam curhatannya di jejaring media sosial mengaku rekeningnya ludes terkuras yang dia perkirakan akibat ulah peretas.

Irwan S. Tisnabudi selaku Head of Digital Banking, Bank BTPN mengatakan, pihaknya tengah melakukan penyelidikan dan investigasi yang lebih mendalam atas masalah yang dialami nasabah tersebut. Namun, dia memastikan simpanan nasabah di Jenius aman dan terlindungi.

Baca Juga: Jenius tengah selidiki kasus peretasan rekening nasabahnya

Saat ini, indikasi penyalahgunaan data oleh pihak yang tidak bertanggung jawab yang dialami Wisnu Kumoro akan menjadi perhatian utama Jenius.

"Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang timbul dari permasalahan ini." ujar Irwan pada Kontan.co.id, Jumat (30/8).

Irwan menambahkan, pihaknya selalu melakukan edukasi secara berkala mengenai keamanan data nasabah untuk mencegah kejadian yang tidak diharapkan.

Di antaranya mengedukasi nasabah agar membedakan email dan password untuk kebutuhan transaksi perbankan dengan kebutuhan yang lain (e-commerce, social media, maupun aplikasi-aplikasi lainnya), serta mengganti PIN dan password secara berkala.

Baca Juga: Mengintip persaingan uang elektronik yang makin hari makin ramai

Irwan bilang, edukasi tersebut Jenius sampaikan melalui berbagai medium, termasuk email, artikel, media sosial, push notification, hingga berbagai kegiatan bersama komunitas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
EVolution Seminar Practical Business Acumen

[X]
×