kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

RoI Dapen BCA Naik ke 1,24% pada April 2026, Ini Pendorong Utamanya


Rabu, 01 Juli 2026 / 14:12 WIB
RoI Dapen BCA Naik ke 1,24% pada April 2026, Ini Pendorong Utamanya
ILUSTRASI. dana pensiun (dok./Kontan)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dana Pensiun BCA atau Dapen BCA (DPBCA) mencatatkan kinerja positif terkait perolehan Return on Investment (RoI) per April 2026. Direktur Utama Dana Pensiun BCA Budi Sutrisno mengatakan RoI Dapen BCA per April 2026 tercatat sebesar 1,24%. 

"Angkanya mengalami kenaikan, jika dibandingkan dengan posisi Maret 2026 yang sebesar 0,42%," katanya kepada Kontan, Rabu (1/7/2026).

Budi menerangkan kenaikan tersebut utamanya didorong kondisi pasar saham pada April 2026 yang menunjukkan adanya peningkatan, serta pergerakan yield obligasi yang mengalami penurunan. 

Baca Juga: Kebutuhan Pendanaan Bisa Picu Sentimen Negatif, Lesca Gadai Premier Tawarkan Cara Ini

"Dengan demikian, hal itu berdampak positif pada valuasi portofolio pendapatan tetap kami," ucapnya.

Lebih lanjut, Budi menyampaikan Dapen BCA akan menerapkan sejumlah strategi guna mendorong kinerja investasi di tengah berbagai tantangan, seperti pelemahan Rupiah, volatilitas pasar modal, hingga kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia atau BI Rate. 

Budi mengatakan strateginya, yakni berfokus pada pengelolaan portofolio yang mengutamakan prinsip kehati-hatian, fleksibilitas alokasi aset yang dinamis, serta perlindungan nilai dana peserta. Dia bilang upaya meningkatkan RoI juga dilakukan dengan mengoptimalkan durasi aset secara aktif guna mengantisipasi pergerakan suku bunga, sekaligus mendiversifikasikan dana secara terukur pada instrumen yang memiliki fundamental kokoh. 

"Di samping itu, sebagian porsi surat utang dikelola dengan pendekatan hold-to-maturity (HTM) untuk meminimalkan dampak gejolak harga harian (mark-to-market) di pasar obligasi," tuturnya.

Sebagai informasi, data statistik Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, RoI dana pensiun konvensional meningkat secara bulanan dari 0,02% per Maret 2026, menjadi 0,55% per April 2026. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU

[X]
×