kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.613.000   -9.000   -0,34%
  • USD/IDR 18.096   61,00   0,34%
  • IDX 6.131   -55,20   -0,89%
  • KOMPAS100 800   -7,14   -0,88%
  • LQ45 608   -4,53   -0,74%
  • ISSI 212   -1,96   -0,92%
  • IDX30 342   -2,78   -0,81%
  • IDXHIDIV20 423   -3,94   -0,92%
  • IDX80 91   -0,74   -0,80%
  • IDXV30 116   -0,67   -0,57%
  • IDXQ30 110   -0,83   -0,75%

Transmisi BI Rate Mulai Lebih Cepat, Bunga Kredit Naik Jadi 8,81%


Selasa, 28 Juli 2026 / 19:04 WIB
Transmisi BI Rate Mulai Lebih Cepat, Bunga Kredit Naik Jadi 8,81%
ILUSTRASI. Penyaluran KPR Bank Mandiri Capai Rp 64,2 Triliun per Agustus 2024 (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Aura Putri | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Transmisi kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) ke bunga kredit perbankan mulai terlihat. Bunga kredit mulai naik pada Juni 2026, tak lama setelah BI mulai mengerek suku bunga acuan pada Mei.

Data Bank Indonesia (BI) mencatat rata-rata bunga kredit naik menjadi 8,81% pada Juni 2026 dari 8,72% pada Mei. Sementara bunga kredit baru meningkat dari 9,31% menjadi 9,49%.

BI mulai menaikkan BI Rate sebesar 50 basis poin (bps) menjadi 5,25% pada Mei, lalu kembali naik ke 5,75% pada Juni. Pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) Juli, BI mempertahankan suku bunga acuan di level tersebut.

Baca Juga: BNI Siapkan Dana Buyback Rp 627 Miliar Saat Harga Anjlok, Begini Prospeknya ke Depan

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede menilai, kenaikan bunga kredit menunjukkan transmisi kebijakan moneter mulai lebih nyata terutama pada kredit baru.

"Kenaikan bunga kredit menunjukkan bahwa penerusan kebijakan moneter mulai lebih nyata dan lebih cepat, terutama pada kredit baru, tetapi belum sepenuhnya terjadi pada seluruh pinjaman," ujar Josua kepada Kontan, Senin (27/7).

Menurut Josua, bunga kredit baru lebih cepat disesuaikan, sementara kredit lama masih terikat masa bunga tetap, jadwal peninjauan suku bunga, serta perjanjian dengan debitur.

Josua menilai percepatan transmisi juga dipengaruhi persaingan menghimpun dana, pertumbuhan kredit yang masih kuat, likuiditas yang semakin ketat antarbank, serta meningkatnya risiko debitur.

"Bank masih ingin menyalurkan kredit, tetapi mulai mengenakan harga lebih tinggi untuk menutup kenaikan biaya dan risiko," katanya.

Tekanan biaya dana juga mulai meningkat. BI mencatat bunga deposito tenor satu bulan naik 50 bps menjadi 4,76% pada Juni dari 4,26% pada Mei. Rata-rata bunga dana pihak ketiga (DPK) rupiah juga naik menjadi 2,92% dari 2,70%.

Menurut Josua, kenaikan bunga deposito menunjukkan biaya penghimpunan dana bank meningkat. Namun, tekanan tersebut belum sepenuhnya diteruskan ke bunga kredit.

"Fakta bahwa bunga deposito naik 50 basis poin, sedangkan bunga kredit baru naik 18 basis poin, justru menunjukkan bahwa sebagian tekanan masih ditanggung oleh bank," jelasnya.

Ke depan, Josua memperkirakan bunga kredit masih berpeluang naik hingga kuartal III 2026. Rata-rata bunga kredit diperkirakan naik sekitar 10 bps-30 bps menjadi 8,9%-9,1% pada akhir tahun.

Baca Juga: Ketidakpastian Global Mendorong Pelaku Usaha Perkuat Manajemen Risiko

Josua mengatakan bunga kredit baru juga berpotensi meningkat 20 bps-40 bps menjadi 9,7%-9,9%.

Berdasarkan publikasi SBDK BCA yang berlaku mulai 30 Juni 2026, bunga dasar kredit korporasi tercatat sebesar 6,81%, ritel 7,74%, dan KPR/KPA 9,14%.

Presiden Direktur BCA Hendra Lembong mengatakan, penyesuaian bunga kredit mempertimbangkan kondisi masing-masing debitur.

"Pada saat kita melihat loan ke customer, bunga kreditnya harus menunggu dulu loan yang ada jatuh tempo. Jadi kenaikannya pun akan bertahap. Dan juga kita tidak menaikkan di semua nasabah. Kita hanya menaikkan nasabah yang selektif," ujarnya dalam Paparan Kinerja PT Bank Central Asia Tbk Semester I-2026, Selasa (28/7)

Berdasarkan publikasi Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) BTN yang berlaku efektif 1 Juli 2026, bunga dasar kredit BTN untuk segmen korporasi tercatat sebesar 8,50%, ritel 8,75%, dan KPR/KPA 7,95%.

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) memastikan belum berencana menaikkan bunga kredit secara umum.

"Pertumbuhan kreditnya kita rasa tidak seperti semester 1. Dengan suku bunga kredit, kita tidak akan melakukan kenaikan," ujar Nixon, dikutip Selasa (28/7/2026).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×