kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.680.000   -30.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.882   6,00   0,03%
  • IDX 6.374   105,97   1,69%
  • KOMPAS100 836   13,50   1,64%
  • LQ45 634   8,05   1,29%
  • ISSI 220   3,58   1,65%
  • IDX30 354   2,96   0,84%
  • IDXHIDIV20 429   0,94   0,22%
  • IDX80 95   1,52   1,62%
  • IDXV30 118   0,42   0,35%
  • IDXQ30 112   0,52   0,46%

Sebanyak 5.000 bankir belum tersertifikasi


Rabu, 14 September 2011 / 15:09 WIB
ILUSTRASI. Pemintalan benang di Pabrik Sritex, Sukoharjo, Jawa Tengah. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO


Reporter: Astri Kharina Bangun | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Jumlah bankir yang belum mendapatkan sertifikasi profesi ternyata masih besar. Dalam catatan Ikatan Bankir Indonesia (IBI), hingga batas akhir kewajiban sertifikasi manajemen risiko bagi pengurus dan pejabat bank pada 3 Agustus 2011, sedikitnya masih terdapat 5.000 bankir lagi yang belum mendapat sertifikat.

"Tapi angka ini dinamis. Masih bergerak sesuai kebutuhan industri," Kata Ketua Ikatan Bankir Indonesia (IBI) Zulkifli Zaini, Rabu (14/9). Kendati demikian, dia optimsitis dalam enam bulan sertifikasi 5.000 bankir tersebut bisa diselesaikan.

Sekadar informasi, hingga 3 Agustus lalu, Badan Sertifikasi Manajemen Risiko (BSMR) mengklaim jumlah bankir yang sudah mengikuti proses ini mencapai 55.000 orang. Sedangkan Lembaga Sertifikasi Profesi Perbankan (LSPP) mengklaim, peserta sertifikasi sudah 4.000 orang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×