kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   27.000   0,96%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Sebanyak 5.000 bankir belum tersertifikasi


Rabu, 14 September 2011 / 15:09 WIB
ILUSTRASI. Pemintalan benang di Pabrik Sritex, Sukoharjo, Jawa Tengah. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO


Reporter: Astri Kharina Bangun | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Jumlah bankir yang belum mendapatkan sertifikasi profesi ternyata masih besar. Dalam catatan Ikatan Bankir Indonesia (IBI), hingga batas akhir kewajiban sertifikasi manajemen risiko bagi pengurus dan pejabat bank pada 3 Agustus 2011, sedikitnya masih terdapat 5.000 bankir lagi yang belum mendapat sertifikat.

"Tapi angka ini dinamis. Masih bergerak sesuai kebutuhan industri," Kata Ketua Ikatan Bankir Indonesia (IBI) Zulkifli Zaini, Rabu (14/9). Kendati demikian, dia optimsitis dalam enam bulan sertifikasi 5.000 bankir tersebut bisa diselesaikan.

Sekadar informasi, hingga 3 Agustus lalu, Badan Sertifikasi Manajemen Risiko (BSMR) mengklaim jumlah bankir yang sudah mengikuti proses ini mencapai 55.000 orang. Sedangkan Lembaga Sertifikasi Profesi Perbankan (LSPP) mengklaim, peserta sertifikasi sudah 4.000 orang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×