Reporter: Ferry Saputra | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI menyalurkan pembiayaan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Pariaman sebesar Rp 69,7 miliar untuk pengembangan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tipe D di Kecamatan Sungai Limau.
Direktur Utama PT SMI Reynaldi Hermansjah menyampaikan pembiayaan tersebut terdiri atas pembangunan gedung rumah sakit, gedung nonmedis, gedung utilitas, dan kebutuhan mekanikal elektrikal sebesar Rp 59,52 miliar. Selain itu, pengadaan alat kesehatan sebesar Rp 8,36 miliar, pengadaan mebeler sebesar Rp 1,3 miliar, serta pengadaan manajemen konstruksi sebesar Rp 519,9 juta.
Reynaldi menyampaikan bahwa pembangunan RSUD Tipe D di Kabupaten Padang Pariaman merupakan langkah strategis untuk memperluas akses layanan kesehatan masyarakat, khususnya bagi wilayah yang selama ini memiliki keterbatasan jangkauan fasilitas kesehatan. Adapun RSUD Tipe D ini dirancang dengan kapasitas 50–60 tempat tidur yang dapat melayani sekitar 5–6 kecamatan di Kabupaten Padang Pariaman.
Baca Juga: BRI Gelar Consumer Expo, Tawarkan KPR, KKB, dan Liburan Spesial
"Kehadiran rumah sakit itu diharapkan memberikan manfaat besar bagi masyarakat melalui perluasan akses layanan kesehatan, memperpendek waktu tempuh masyarakat untuk memperoleh layanan medis, serta meningkatkan kualitas layanan kesehatan dasar,” ujar Reynaldi dalam keterangan resmi, Jumat (22/5/2026).
Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis memperkirakan groundbreaking pembangunan RSUD tersebut dapat dilakukan paling lambat pertengahan Juli 2026.
"Namun, makin cepat akan makin baik. Saya juga akan ikut memastikan kesungguhan kontraktor dalam pelaksanaannya, karena merupakan dana yang harus dipertanggungjawabkan dengan baik, sehingga pengelolaannya harus tepat sasaran, efektif, dan efisien,” ujar John.
John menerangkan pembangunan RSUD Tipe D di Kecamatan Sungai Limau diharapkan menjadi garda terdepan dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat, cepat, dan terjangkau bagi masyarakat. Selama ini, dia bilang sebagian masyarakat di wilayah utara Kabupaten Padang Pariaman harus menempuh jarak yang cukup jauh untuk memperoleh layanan kesehatan rujukan, termasuk dalam kondisi kegawatdaruratan.
Dengan adanya rumah sakit itu, diharapkan mampu memangkas waktu tempuh pasien secara signifikan, memperkuat sistem rujukan layanan kesehatan, serta meningkatkan pemerataan akses layanan medis di daerah.
Baca Juga: Pelaku Manajer Investasi Sambut Positif POJK 5/2026 untuk Perkuat Industri
Selain memberikan manfaat dari sisi pelayanan kesehatan, John berharap RSUD itu juga mampu menciptakan dampak ekonomi yang positif melalui penyerapan tenaga kerja, pertumbuhan UMKM dan sektor pendukung, serta peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar kawasan rumah sakit.
John menambahkan, berdasarkan hasil kajian kelayakan, proyek pengembangan RSUD itu menunjukkan nilai Internal Rate of Return (IRR) sebesar 4,80%, yang berada di atas BI Rate. Dengan demikian, mencerminkan bahwa proyek layak untuk dilaksanakan dan memiliki manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan daerah.
Asal tahu saja, hingga Maret 2026, total komitmen pembiayaan daerah PT SMI telah mencapai Rp 37,44 triliun, dengan outstanding sebesar Rp 15,25 triliun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













