kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.824   -4,00   -0,02%
  • IDX 8.133   100,88   1,26%
  • KOMPAS100 1.146   14,31   1,26%
  • LQ45 828   7,29   0,89%
  • ISSI 288   4,65   1,64%
  • IDX30 431   4,00   0,94%
  • IDXHIDIV20 517   4,31   0,84%
  • IDX80 128   1,49   1,17%
  • IDXV30 141   1,36   0,97%
  • IDXQ30 140   1,18   0,85%

Soal NPG, ATM Bersama masih menunggu konsep BI


Selasa, 22 Juli 2014 / 12:21 WIB
Soal NPG, ATM Bersama masih menunggu konsep BI
ILUSTRASI. Link Nonton Kage no Jitsuryokusha Ni Naritakute Episode Terakhir, Cek di Sini


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Perusahaan switching menunggu konsep penggabungan sistem pembayaran atau national payment gateway (NPG) yang sedang digodok oleh Bank Indonesia (BI).

Bayu Hanantasena, Direktur PT Artajasa Pembayaran Elektronis (ATM Bersama) mengatakan, konsep NPG tersebut bakal menjadi panduan bagi perusahaan switching dalam menghadapi penggabungan sistem pembayaran.

Meski begitu, ATM Bersama belum memiliki rencana untuk melakukan penggabungan sistem pembayaran tersebut.

"Sejauh ini, kami dari perusahaan switching belum ada rencana konsolidasi," kata Bayu, Senin Malam (21/7) di Hotel Mandarin.

Sebab kata dia, jika perusahaan-perusahaan switching menjadi satu perusahaan besar, akan memakan waktu panjang untuk pembentukannya. Sebab setiap pemegang saham tentunya memiliki gagasan berbeda-beda. Jadi, “Sebaiknya kami serahkan ke BI saja," ujar Bayu.

Saat ini, ada empat perusahaan switching di Indonesia yakni ATM Bersama, PT Daya Network Lestari (ALTO), PT Rintis Sejahtera (Prima) dan ATM LINK dari anak usaha PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom). Konsep awalnya, LINK menjadi super switching yang akan membawahi ketiga switcher lainnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×