kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.664.000   -36.000   -1,33%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Soal NPG, ATM Bersama masih menunggu konsep BI


Selasa, 22 Juli 2014 / 12:21 WIB
ILUSTRASI. Link Nonton Kage no Jitsuryokusha Ni Naritakute Episode Terakhir, Cek di Sini


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Perusahaan switching menunggu konsep penggabungan sistem pembayaran atau national payment gateway (NPG) yang sedang digodok oleh Bank Indonesia (BI).

Bayu Hanantasena, Direktur PT Artajasa Pembayaran Elektronis (ATM Bersama) mengatakan, konsep NPG tersebut bakal menjadi panduan bagi perusahaan switching dalam menghadapi penggabungan sistem pembayaran.

Meski begitu, ATM Bersama belum memiliki rencana untuk melakukan penggabungan sistem pembayaran tersebut.

"Sejauh ini, kami dari perusahaan switching belum ada rencana konsolidasi," kata Bayu, Senin Malam (21/7) di Hotel Mandarin.

Sebab kata dia, jika perusahaan-perusahaan switching menjadi satu perusahaan besar, akan memakan waktu panjang untuk pembentukannya. Sebab setiap pemegang saham tentunya memiliki gagasan berbeda-beda. Jadi, “Sebaiknya kami serahkan ke BI saja," ujar Bayu.

Saat ini, ada empat perusahaan switching di Indonesia yakni ATM Bersama, PT Daya Network Lestari (ALTO), PT Rintis Sejahtera (Prima) dan ATM LINK dari anak usaha PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom). Konsep awalnya, LINK menjadi super switching yang akan membawahi ketiga switcher lainnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×