Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Penerbitan obligasi berkelanjutan tahap kedua Bank BJB (BJBR) mendapat respons positif dari pasar. Ini nampak dari minat investor tercermin dari permintaan terhadap Sustainability Bond Tahap II yang telah mencapai Rp 932,4 miliar.
Corporate Secretary Bank BJB Herfinia mengatakan penerbitan obligasi ini merupakan bagian dari Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Sustainability Bond dengan target penghimpunan dana hingga Rp 2 triliun.
"Instrumen tersebut memberi kesempatan bagi investor untuk berinvestasi secara bertanggung jawab sekaligus memperoleh imbal hasil yang kompetitif," kata Herfinia dalam siaran pers, Minggu (8/3/2026).
Baca Juga: Akulaku Finance Bidik Penyaluran Pembiayaan Baru Rp 8,2 Triliun pada 2026
Sebelumnya, pada tahap pertama yang diterbitkan pada 2024 senilai Rp 1 triliun, obligasi ini mencatatkan minat investor yang sangat tinggi dengan tingkat kelebihan permintaan (oversubscribe) hingga 4,66 kali dari target awal.
Melanjutkan keberhasilan tersebut, Bank BJB kembali menawarkan Sustainability Bond Tahap II pada 2026. Masa bookbuilding berlangsung pada 13 Februari hingga 2 Maret 2026 dengan dua pilihan seri.
Seri A memiliki tenor tiga tahun dengan kupon indikatif sebesar 5,45%–6,05%. Sementara Seri B bertenor lima tahun dengan kupon indikatif sebesar 5,7%–6,3%.
Menurut Herfinia, tingginya minat investor menunjukkan kepercayaan pasar terhadap kinerja dan prospek bisnis Bank BJB ke depan.
Dari sisi kualitas kredit, obligasi ini juga memperoleh peringkat idAA dari Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) yang mencerminkan kemampuan perseroan yang sangat kuat dalam memenuhi kewajiban keuangan jangka panjang.
Selain itu, kerangka kerja Sustainability Bond bank bjb juga telah memperoleh penilaian “Ramah Lingkungan/Berkelanjutan” dari SDGs Hub Universitas Indonesia.
Dalam penerbitan obligasi ini, bank bjb menunjuk lima perusahaan penjamin emisi, yakni Mandiri Sekuritas, Indo Premier Sekuritas, Mega Capital Sekuritas, BRI Danareksa Sekuritas, dan Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk. Obligasi tersebut rencananya akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia sehingga dapat diperdagangkan di pasar sekunder.
Dana yang dihimpun dari penerbitan obligasi ini akan digunakan untuk pembiayaan baru maupun pembiayaan ulang yang termasuk dalam kategori Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan (KUBL) dan Kegiatan Usaha Berwawasan Sosial (KUBS), sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan melalui POJK Nomor 18 Tahun 2023 tentang efek utang dan sukuk berlandaskan keberlanjutan.
Baca Juga: Dukung Pembangunan Nasional, Jasindo Perkuat Program Sosial
Sejalan dengan komitmen tersebut, hingga Desember 2025 portofolio pembiayaan berkelanjutan bank bjb telah mencapai Rp 14,3 triliun. Dana tersebut disalurkan ke berbagai sektor, mulai dari kegiatan usaha berwawasan lingkungan, pembiayaan UMKM, hingga sektor sosial yang memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Selain dari sisi pembiayaan, Bank BJB juga memperkuat komitmen keberlanjutan melalui pengelolaan emisi gas rumah kaca untuk mendukung target Net Zero Emission. Upaya ini turut diperkuat melalui partisipasi perseroan di Bursa Karbon Indonesia dengan membeli unit karbon SPE-GRK sebagai bagian dari strategi mitigasi emisi.
"Perusahaan juga menjadi salah satu bank pada fase pertama yang telah menyelesaikan Climate Risk Stress Test (CRST) sebagai langkah integrasi risiko perubahan iklim dalam manajemen risiko perusahaan," ucapnya.
Melalui berbagai langkah tersebut, Bank BJB menegaskan komitmennya dalam mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) ke dalam strategi bisnis, sekaligus mendorong pertumbuhan bisnis yang sejalan dengan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













