kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.878.000   -40.000   -1,37%
  • USD/IDR 16.901   42,00   0,25%
  • IDX 8.310   97,96   1,19%
  • KOMPAS100 1.169   11,37   0,98%
  • LQ45 839   8,86   1,07%
  • ISSI 297   2,12   0,72%
  • IDX30 438   6,14   1,42%
  • IDXHIDIV20 525   8,40   1,63%
  • IDX80 130   1,09   0,85%
  • IDXV30 143   1,04   0,73%
  • IDXQ30 141   2,01   1,45%

Terdapat Peralihan Alokasi Investasi Dana Pensiun (DPLK) dari SRBI ke Deposito


Rabu, 18 Februari 2026 / 20:07 WIB
Terdapat Peralihan Alokasi Investasi Dana Pensiun (DPLK) dari SRBI ke Deposito
ILUSTRASI. Dana pensiun (KONTAN/Cheppy A. Muchlis). Dana pensiun memindahkan triliunan rupiah dari SRBI ke deposito. Pahami dampak peralihan ini bagi masa depan investasi Anda.


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, alokasi investasi industri dana pensiun (dapen) di deposito naik 22,77% secara tahunan atau Year on Year (YoY) menjadi Rp 104,66 triliun per akhir 2025, sedangkan penempatan di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) turun 80,50% YoY menjadi Rp 3,29 triliun per akhir 2025.

Asosiasi Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) menyampaikan industri DPLK juga mengalami tren serupa dengan industri dapen secara keseluruhan. 

Ketua Umum Asosiasi DPLK, Tondy Suradiredja, mengatakan penempatan DPLK pada deposito meningkat 19,62% secara tahunan, sedangkan SRBI turun sebesar 83,56% secara tahunan per Desember 2025.

Tondy menerangkan penurunan alokasi di SRBI terjadi karena imbal hasilnya sudah tidak lagi kompetitif. 

Baca Juga: Ada Peralihan Alokasi Investasi Dana Pensiun dari SRBI ke Deposito

"Sebagai instrumen pasar uang untuk penempatan jangka pendek, dana dari SRBI dialihkan ke deposito guna menjaga likuiditas sebelum masuk ke aset lain yang lebih potensial," ungkapnya kepada Kontan, Rabu (18/2/2026).

Untuk tahun ini, Tondy mengatakan asosiasi mendorong DPLK menerapkan strategi investasi dengan skema life cycle fund yang lebih panjang dimulai dari peserta masuk, guna mengejar imbal hasil yang lebih baik.

Melalui skema itu, dia bilang dana peserta muda dialokasikan lebih besar ke instrumen agresif yang potensial.

"Adapun peserta yang mendekati masa pensiun ditempatkan pada instrumen konservatif, seperti deposito untuk menjaga nilai asetnya," tuturnya.

Baca Juga: Asosiasi Dorong Industri DPLK Lakukan Diversifikasi Investasi Lebih Luas

Sesuai aturan, Tondy menyebut besar atau kecilnya penempatan di deposito nantinya tetap bergantung pada pilihan paket investasi masing-masing peserta.

Dia mengatakan peran DPLK adalah melakukan pengelolaan portofolio yang dinamis agar setiap kelompok usia peserta bisa mendapatkan imbal hasil yang optimal sesuai profil risikonya. 

Selanjutnya: BEI Suspensi 50 Emiten karena Tunggakan Annual Listing Fee, Ini Daftar Lengkapnya

Menarik Dibaca: Kondom Bukan Sekadar Alat Kontrasepsi, juga Bentuk Self-care

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×