kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Transaksi BI-FAST Perbankan Melonjak 35%, Jadi Mesin Pertumbuhan Fee Income Bank


Minggu, 24 Mei 2026 / 13:54 WIB
Transaksi BI-FAST Perbankan Melonjak 35%, Jadi Mesin Pertumbuhan Fee Income Bank
ILUSTRASI. Iklan layanan BI Fast di kantor cabang bank swasta (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Layanan BI-FAST di perbankan terus menunjukkan performa transaksi yang positif, yang pada gilirannya turut mendukung kinerja pendapatan bank. 

Hingga April 2026, Bank Indonesia (BI) mencatat volume transaksi ritel BI-FAST mencapai 1,89 miliar transaksi atau tumbuh 35% secara tahunan, dengan nilai transaksi mencapai Rp 4.738 triliun atau naik 32% secara year on year (yoy). 

Tren positif tersebut juga dicatatkan sejumlah bank nasional. Bank Negara Indonesia (BNI), misalnya, mencatatkan pertumbuhan volume transaksi BI-FAST sebesar 42% yoy hingga April 2026. Head of Division Retail Digital Product and Partnership BNI Mesah Roni Ginting menyebut, pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan adopsi transaksi digital. 

Baca Juga: Jumlah Nasabah Allo Bank Capai 14,5 Juta hingga Kuartal I-2026

“Pada kanal digital, dibutuhkan layanan transfer yang real-time, cepat, dan efisien,” ujar Mesah kepada Kontan, Jumat (22/5/2026). 

Sejalan dengan itu, Mesah bilang layanan ini turut berkontribusi positif terhadap pendapatan komisi alias fee income bank. Dalam periode yang sama, pertumbuhan fee income dari transaksi BI-FAST di BNI mencapai 41% yoy. 

Mesah menyebut pihaknya optimistis pertumbuhan transaksi BI-FAST hingga akhir tahun nanti tetap terjaga, sejalan dengan akselerasi transaksi digital masyarakat. 

Untuk mendukung pertumbuhan tersebut, BNI bakal terus memperkuat aspek keamanan transaksi guna menjaga kenyamanan dan kepercayaan nasabah.

Selain itu, pihaknya juga fokus mendorong penetrasi layanan digital melalui wondr by BNI. Upaya tersebut di antaranya direalisasikan melalui berbagai program khusus yang dirancang untuk meningkatkan engagement, jumlah pengguna aktif, serta frekuensi transaksi digital nasabah.

Tak jauh berbeda, Bank Tabungan Negara (BTN) mencatat volume transaksi BI-FAST tumbuh 36% yoy, dengan nilai transaksi mencapai Rp 25,2 triliun atau meningkat 42% yoy. Dengan kinerja ini, transaksi BI-FAST menyumbang 20% dari total pendapatan digital BTN. 

SEVP Digital Business BTN Thomas Wahyudi bilang capaian tersebut menunjukkan bahwa layanan transfer real-time kini menjadi salah satu core transaction service (layanan transaksi inti) dalam ekosistem digital BTN. 

Baca Juga: OJK: Lini Properti hingga Kredit Jadi Tulang Punggung Asuransi Umum

Pun, ia bilang pihaknya optimistis kinerja BI-FAST terus bertumbuh hingga akhir 2026 seiring meningkatnya pemanfaatan layanan digital dan penguatan ekosistem transaksi nasabah. Tahun ini, BTN menargetkan volume transaksi BI-FAST dapat melampaui 20 juta transaksi dengan pertumbuhan lebih dari 20% yoy, serta pertumbuhan fee income BI-FAST lebih dari 20%.

Untuk mendukung target tersebut, BTN menyiapkan beberapa strategi utama, yakni penguatan kapabilitas digital dan infrastruktur layanan, perluasan ekosistem transaksi digital, serta peningkatan digital engagement dan literasi nasabah. 

“Ke depan, BTN melihat BI-FAST bukan hanya sebagai layanan transfer, tetapi juga sebagai bagian penting dalam membangun ekosistem transaksi digital yang lebih terintegrasi dan customer-centric,” ujar Thomas. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×