Reporter: Ade Priyatin | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pertumbuhan transaksi pembayaran digital di Indonesia turut mendorong peningkatan penggunaan dompet digital di kalangan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Sejalan dengan pertumbuhan volume transaksi digital nasional yang mencapai 36,88% pada kuartal II-2026 menurut Bank Indonesia (BI), PT Amartha Mikro Fintek (Amartha) juga mencatat tren penggunaan dompet digital yang terus meningkat.
VP of PR Amartha Harumi Supit mengatakan, peningkatan penggunaan dompet digital mencerminkan semakin luasnya adopsi layanan keuangan digital, khususnya di kalangan UMKM di wilayah perdesaan.
Baca Juga: Strategi Amartha Perluas Adopsi dan Tingkatkan Transaksi Dompet Digital
"Transaksi dompet digital Amartha terus menunjukkan tren pertumbuhan yang positif," ujarnya kepada KONTAN, Jumat (24/7/2026)
Dompet digital Amartha saat ini banyak dimanfaatkan oleh pelaku UMKM di desa untuk mendukung berbagai aktivitas usaha.
Layanan tersebut digunakan untuk transaksi pembayaran, transfer dana, hingga berbagai kebutuhan finansial lainnya yang kini semakin menjadi bagian dari operasional bisnis sehari-hari.
Meski tidak merinci besaran pertumbuhan transaksi, Harumi menyebut ekosistem Amartha kini telah menjangkau lebih dari 50.000 desa di seluruh Indonesia.
Perluasan jangkauan itu didukung oleh lebih dari 10.000 tenaga lapangan yang memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM.
Baca Juga: Perubahan Pola Konsumsi Dorong Transaksi Dompet Digital dan QRIS
Menurut Harumi, perluasan ekosistem tersebut ikut mempercepat pemanfaatan layanan keuangan digital di masyarakat.
Semakin banyak pelaku UMKM yang memanfaatkan dompet digital untuk mengelola transaksi dan aktivitas keuangan usahanya secara lebih praktis dan efisien.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














